EconomicReview-Penggunaan kertas dan amplop masih tetap dibutuhkan untuk membuat surat-surat, proposal, mencatat berkas, terutama di perkantoran hingga sekolahan. Tak heran jika pemain di jalur bisnis ini juga cukup ramai diminati. Ada begitu banyak produk kertas dan amplop yang ada di Indonesia. Namun, ada satu produk kertas dan amplop yang merupakan produksi anak bangsa dengan merk dagang Neuro.
Neuro menghadirkan produk berkualitas premium yang berbahan dasar lokal asli indonesia. Banyaknya variasi produk serta bahan yang baik, membuat Neuro bisa menjadi salah satu pilihan saat Anda mencari produk amplop dan kertas untuk kebutuhan surat menyurat hingga pengarsipan berkas.

“Meski merupakan produk berkualitas premium, namun Neuro hadir dengan harga yang bersahabat. Diproduksi dengan bahan local, dipastikan kertas yang dihasilkan sangat berkualitas,” ujar Owner NEURO, Jeffrey Bernard.
Neuro menawarkan produk-produk terbaiknya mulai dari amplop coklat 80 gram dengan bahan premium tapi memiliki harga yang sangat terjangkau. Neuro juga memiliki produk amplop dengan berbagai ukuran, dari kabinet sampai ukuran A3.
“Kami juga memproduksi HVS, kertas buram ukuran A4, F4 dan A5. sampai dengan CF – Continuous Form berbagai ukuran 1 ply hingga 6 ply ukuran NCR-Folio-A4 dan Wartel, sehingga lebih komplit untuk memenuhi pasar yang ada di Indonesia dengan kualitas premium harga juga sangat terjangkau,” imbuh Jeffrey.

Awal kehadiran produk Neuro memang diikuti oleh keinginan untuk memproduksi produksi produk asli Indonesia dengan kualitas premium yang nantinya dapat di gunakan merata di Indonesia. Apalagi kualitas barang yang bermutu dengan harga yang bersahabat.
Banyaknya variasi produk serta bahan yang baik, membuat Neuro bisa menjadi salah satu pilihan saat mencari produk amplop dan kertas untuk kebutuhan surat menyurat hingga pengarsipan berkas.
Produk Neuro juga mudah dicari karena sudah tersedia di berbagai e-commerce yang ada di Indonesia. Neuro, jawaban produk amplop dan kertas berkualitas.
Disisi lain, pandemi Covid-19 yang belum bisa diprediksi kapan berakhirnya, turut dirasakan dampaknya oleh pengusaha printing retail dalam upaya mempertahankan eksistensi bisnisnya.
Diam saja menunggu grafik pandemi melandai rasanya seperti membuang-buang waktu sia-sia, apalagi grafik pandemi corona di Indonesia dalam beberapa waktu ke depan terus meningkat.
“Semasa pandemi Covid-19, diakui ada penurunan penjualan karena banyak yang WFH. Namun, kami berharap kedepan dapat bisa menjaga kestabilan produktifitas dan bisa membuat lebih banyak lapangan kerja untuk
masyarakat luas. Karena produksi di jalur bisnis ini butuh tenaga kerja. Dan semoga New Normal ini bisa membawa kami semua lebih baik kedepannya,” papar owner Neuro.








