EconomicReview – The Best for Regional Development Bank Tahun 2023. Sebuah penghargaan bergensi di ajang Indonesia Finance Award (IFA) 2023 baru saja diraih PT Bank DKI. Penghargaan yang diinisiasi EconomicReview ini sekaligus menegaskan pertumbuhan kinerja positif sepanjang kuartal III 2023.
Hingga September 2023, Bank DKI mampu membukukan laba bersih sebesar Rp 693,27 miliar. Laba bersih ini ditopang peningkatan pendapatan bunga periode September 2023 sebesar 20,02 persen menjadi Rp 3,97 triliun, dari Rp 3,31 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja Bank yang luar biasa ini tak lepas dari strategi yang telah disusun oleh manajemen Bank. Setidaknya sebagaimana dipaparkan oleh Direktur Keuangan & Strategi Bank DKI, Romy Wijayanto. Bahwa telah disusun roadmap sebagai strategi untuk mencapai visi kinerja keuangan berkelanjutan, dengan fokus pada 7 strategi utama.
Pertama, meningkatkan rentabilitas melalui peningkatan Earning After Tax, NIM, ROA, ROE, NPL, LAR dan Coverage Ratio yang memadai. Kedua, menjaga likuiditas dan permodalan pada level aman dan sesuai dengan ketentuan. Ketiga, mengoptimalkan bisnis eksisting pada niche market dengan melakukan perbaikan proses bisnis untuk memenuhi ekspektasi Pemegang Saham dan nasabah.
Kemudian, strategi keempat, yakni mempersiapkan kapabilitas Bank untuk dapat meng-capture new business opportunity, terutama terkait dengan adanya disrupsi teknologi dalam era digital, melalui inisiatif digitalisasi. Kelima, mendorong terciptanya ekosistem bisnis bagi Bank DKI dengan memaksimalkan potensi DKI Jakarta Linkage.
Keenam, meningkatkan kolaborasi dan sinergi internal antar Unit Kerja sehingga lebih solid dengan menjadikan seluruh Unit Kerja Supporting sebagai business partner. Strategi ketujuh adalah mempersiapkan SDM yang berkompeten untuk mendukung kinerja bisnis yang berkelanjutan. Semua strategi ini dikomandani CFO yang berposisi sebagai orchestrator perusahaan.
Berkat fokus pada 7 strategi ini, Bank berhasil menghimpun pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp 63,66 triliun pada September 2023 atau tumbuh 4,45 persen dari sebelumnya Rp 60,94 triliun di September 2022. Sedangkan penyaluran kredit hingga September 2023 tumbuh 6,90 persen menjadi Rp 49,96 triliun, dari sebelumnya Rp 46,73 triliun pada September 2022.
Berbagai pertumbuhan bisnis tersebut mendorong pertumbuhan total aset sebesar 3,99 persen dari semula sebesar Rp 75,24 triliun per September 2022, menjadi sebesar Rp 78,24 triliun per September 2023.


