EconomicReview – Prestasi membanggakan ini ditorehkan oleh PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) ketika berhasil meraih Platinum Award sebagai The Best Finance for Regional Development Bank di ajang Indonesia Finance Award (IFA) 2023.
Penghargaan ini menegaskan bahwa Bank Jateng berkomitmen terhadap pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Menjadi salah satu pelaku utama dalam mendukung ekonomi Jawa Tengah dan memperkuat posisinya di industri perbankan.
Sebagai bank yang didirikan pada tahun 1963, Bank Jateng tetap berfokus pada pembangunan daerah dengan kepemilikan saham yang terbagi, dimana 50,0% sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan 49,9% oleh Pemerintah Kota dan Kabupaten di Jawa Tengah. Bank Jateng memiliki jaringan yang luas, dengan 43 kantor cabang, 141 kantor cabang pembantu, serta 3.000 kantor kas dan payment point yang tersebar di seluruh Jawa Tengah.

Kinerja moncer Bank terlihat dari pertumbuhan laba bersih hingga 38 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp1,82 triliun sepanjang 2022. Sedangkan hingga September 2023, Bank berhasil mencetak laba mencapai Rp 1,5 triliun. Raihan terebut berpotensi bertambah hingga akhir tahun ini. Dengan laba usaha tersebut, maka setoran deviden Bank Jateng kepada pemda pada tahun 2024 bisa mencapai Rp 1,1 triliun.
Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) Bank tumbuh tipis sebesar 2 persen menjadi Rp66,84 triliun. Hal ini karena terhambat oleh giro yang portofolionya mengalami koreksi pada tahun ini sebesar 16 persen menjadi Rp11,3 triliun dari Rp13,38 triliun.
Plt Direktur Utama Bank Jateng, Irianto Harko Saputro memaparkan bahwa Bank Jateng saat ini tumbuh semakin kontributif terhadap perekonomian Jateng. Pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat maupun pemerintah daerah.
Salah satu layanan yang bisa dinikmati adalah layanan berbasis digital. Contoh layanan untuk pemda adalah disediakannya cash management system dan masyarakat disediakan mobile banking, QRIS hingga pinjaman ready cash.
Prestasi lainnya, ketika PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) menaikkan peringkat Bank Jateng menjadi idAA- dengan prospek stabil. Kenaikan peringkat ini merupakan hasil dari komitmen dan kerja keras Bank Jateng dalam meningkatkan kinerjanya selama beberapa tahun terakhir, terutama mengingat ketahanan bisnis captive berkualitas tinggi di tengah dampak pandemi sejak tahun 2020. Hal ini tercermin dari posisi Bank yang semakin kuat di industri perbankan serta menegaskan posisi Bank Jateng sebagai Bank yang sehat dan mampu untuk mengelola bisnis secara agresif namun terukur.
Sementara itu, Pj Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana berharap kinerja Bank Jateng semakin baik, semakin berkembang dan besar, dan kinerjanya juga semakin baik, khususnya dalam memberikan layanan kepada nasabah ataupun masyarakat Jateng.


