EconomicReview-Bagi seorang investor, memiliki kemampuan analisis teknikal seperti cara melihat grafik saham adalah hal yang penting. Karena, kemampuan ini membantu para investor untuk tau waktu yang tepat untuk membeli dan menjual sahamnya agar untung. Sayangnya, meskipun penting, analisis teknikal seperti ini sering diabaikan karena dianggap sulit. Berikut cara melihat grafik saham, yang EconomicReview rangkum dari laman meNyala , Check it out!
Cara Melihat Grafik Saham Berdasarkan Jenisnya
Bagaimana cara melihat grafik saham? Perlu diketahui bahwa grafik saham memiliki beragam jenis dan bentuk. Nah, untuk memahaminya, yuk simak penjelasannya di uraian berikut ini.
- Line Chart
Jenis grafik saham yang pertama adalah line chart. Bagi pemula, grafik ini dianggap lebih sederhana karena tidak terlalu kompleks. Berbeda dengan jenis candlestick, grafik ini hanya memiliki informasi tentang harga penutupan saham. Meskipun begitu, grafik line chart sudah cukup membantu untuk mengidentifikasi level support dan resistance harga saham beserta trennya.
2. Bart Chart
Grafik saham bar chart adalah grafik yang menunjukkan harga pembukaan, harga tertinggi, harga terendah serta harga penutupan sebuah saham dalam periode tertentu. Dalam bar chart, setiap batang memiliki garis vertikal yang menunjukkan harga tertinggi dan terendah selama periode tertentu.
Dalam cara melihat grafik saham bar chart, kamu bisa menggunakan panduan berikut ini:
- Tren yang naik secara keseluruhan biasanya ditandai dengan banyaknya batang berwarna hijau atau hitam. Sedangkan, batang berwarna merah mengindikasikan penurunan.
- Batang vertikal panjang menunjukkan adanya perbedaan harga yang besar antara harga tertinggi dan terendah pada periode tertentu. Artinya volatilitas meningkat selama periode tersebut.
- Batang vertikal pendek menandakan adanya sedikit volatilitas.
- Jika ada jarak yang besar antara harga pembukaan dan penutupan, berarti telah ada perubahan signifikan di harga saham tersebut.
- Jika harga penutupan jauh di atas harga pembukaan, hal ini berarti pembeli sangat aktif selama periode tersebut. Berdasarkan data ini, bisa diprediksi bahwa akan ada lebih banyak pembelian di periode selanjutnya.
- Jika harga penutupan sangat dekat dengan harga pembukaan, hal ini menunjukkan tidak banyak pergerakan harga di periode tersebut.
3. Cara Melihat Grafik Saham Candlestick
Grafik saham candlestick adalah grafik yang menggunakan simbol lilin untuk mewakili rentang perdagangan dari sebuah komoditas di periode tertentu. Dalam visualisasinya, candlestick memiliki tubuh dan bayangan. Tubuh berarti rentang antara pembukaan dan harga penutupan. Sedangkan bayangan mewakili rentang antara harga tertinggi dan terendah.
Dalam melihat grafik saham candlestick, seorang investor harus mengetahui informasi dasar mulai dari bagian-bagian dan warnanya. Grafik saham candlestick mempunyai dua bagian utama, antara lain:

- Tubuh candle, bagian ini menunjukkan harga pembukaan dan penutupan pada titik waktu tertentu. Bentuknya adalah persegi empat berwarna merah, hijau, hitam dan putih.
- Ekor candle, bagian ini menunjukkan harga tertinggi dan terendah saham pada titik waktu tertentu. Biasanya ditunjukkan dari garis lurus yang membentang di atas dan bawah tubuh berbentuk seperti lilin atau candle.
Selain tubuh, ada indikasi warna dalam candlestick chart yang perlu diketahui oleh seorang investor, di antaranya adalah sebagai berikut:
- Merah, menunjukkan penurunan harga saham. Dalam kata lain, harga penutupan lebih rendah daripada harga pembukaan.
- Hijau, menunjukkan peningkatan harga saham. Dalam kata lain, penutupan saham lebih tinggi dibandingkan harga pembukaan.
- Hitam, menunjukkan situasi bearish atau turun.
- Putih, menunjukkan situasi bullish atau naik.
Dalam cara melihat grafik saham candlestick, ada beberapa indikator yang dapat dijadikan sebagai acuan, yakni:
a. Panjang Pendek Tubuh Candlestick
Semakin panjang tubuh candle, maka semakin tinggi pula tekanan jual beli saham. Sebaliknya, semakin pendek maka akan semakin minim pergerakan harga saham.
b. Panjang Pendek Ekor Candlestick
Ekor candle panjang mengindikasikan transaksi trading yang jauh melampaui harga pembukaan dan penutupan pada periode tertentu. Sebaliknya, ekor candle pendek mengindikasikan fluktuasi harga saham yang tidak jauh melewati harga pembukaan dan penutupannya.
Lantas, bagaimana jika candlestick memiliki panjang ekor atas yang tidak sama dengan ekor bawah? Jika hal ini terjadi, artinya pembeli sedang mendominasi sesi trading dengan melakukan bidding di harga tinggi. Sedangkan, penjual berupaya menekan harga agar jauh lebih rendah dari nilai tersebut.





