EconomicReview-Jakarta, 16 Agustus 2025 – Untuk ke delapan kalinya,media Economic Review kembali menggelar ajang Indonesia Information Technology & Digital Operational Excellence Award VII 2025 (IITA-VII-2025), sebuah penghargaan bergengsi yang diberikan kepada perusahaan-perusahaan terbaik dalam pemanfaatan teknologi informasi (TI) dan transformasi digital kepada Perusahaan Tbk dan Non-Tbk baik untuk swasta, BUMN, dan BUMD. Acara digelar di Ballroom Hotel SwissBell Inn, Cawang, Jakarta Timur (15/8) lalu.
Visi dari IITA ini memberikan apresiasi tertinggi kepada perusahaan-perusahaan yang mampu merencanakan, mengimplementasikan, memantau serta mengevaluasi dan terus memperbaiki usahanya secara strategis terkait pemanfaatan TIK dalam mencapai tujuan perusahaan serta memberikan nilai tambah dan layanan bagi para pemangku kepentingannya. Serta keteladanan perusahaan-perusahaan yang mampu membangun rencana strategis TIK serta implementasinya dalam penciptaan daya saing dan daya tahan dalam peningkatan aktifitas usaha dan ekonomi perusahaan pada khususnya serta di tingkat nasional pada umumnya.
Adapun yang menjadi juri, Penasehat Dewan Juri, Prof.Dr.Ir.Marsudi Wahyu Kisworo,MSc,IPU – Pakar IT, Komisaris Independen Telkom. Ketua Dewan Juri, Gunawan Witjaksono,BSEE,MSEE,PhD,SMIEE,CISA,IPU. Dewan Juri yang terdiri dari, Ir. Tri Junarso – CEO Wisesa Consultant IT dan Aries setiadi,SE,MPA, Senior Associate Researcher Center for Indonesian Policy Studies (CIPS).
Dalam kata sambutannya, Ketua Dewan Juri Gunawan Witjaksono, PhD menegaskan bahwa penghargaan ini menjadi pengingat agar investasi teknologi tidak sekadar menghabiskan anggaran, tetapi harus terintegrasi dengan strategi bisnis jangka panjang.
“Investasi teknologi informasi harus sejalan dengan peningkatan produktivitas dan efisiensi perusahaan. Karena itu, penghargaan ini diberikan kepada mereka yang mampu mengintegrasikan IT dengan strategi bisnis jangka panjang,” ujarnya.
Penasehat Dewan Juri Prof. Dr. Ir. Marsudi Wahyu Kisworo, MSc, IPU menambahkan bahwa para pemenang adalah teladan dalam memanfaatkan IT sebagai penggerak daya saing.
“Mereka bukan hanya mengadopsi teknologi terbaru, tetapi juga membuktikan bahwa IT dapat meningkatkan daya tahan perusahaan, bahkan dalam kondisi ekonomi yang menantang,” tegas Marsudi.
Selain penyerahan penghargaan, acara ini juga diisi dengan sesi inspiratif. Ardo R. Dwitanto berbagi pandangan mengenai pemanfaatan AI untuk peningkatan produktivitas, sementara Tri Junarso memperkenalkan sistem Self-Audit Accounting System (SAAS) berbasis AI yang digadang mampu merevolusi integritas keuangan perusahaan.
Adapun indicator penilaiannya terdiri dari Tata kelola IT meliputi SDM, Struktur Organisasi dan Budaya. Audit IT serta Standar Operasi. Kesiapan Teknologi Informasi meliputi Penerapan Sistem Informasi, arsitektur, dan Basis Data, Infrastruktur, Data privacy & safety, IT impact for business dan Strategic Actions yang meliputi Future Planning & IT investment, Sustainable plan and actions. ****








