EconomicReview – PT Indomobil Finance Indonesia berhasil meraih The Best Indonesia Enterprises Risk Management Award VI – 2024, Silver Award – Category : Multifinance.
Penghargaan diterima langsung oleh Sandi Saebatul selaku Risk Management Department Head PT Indomobil Finance Indonesia yang diserahkan oleh Irlisa Rachmadiana selaku Founder Economic Review di dampingi oleh Alan Yazid, BBus,MBA selaku Wakil Ketua Perhimpunan Penggiat Tatakelola, Risiko dan Kepatuhan Indonesia.
Irlisa Rachmadiana dalam pernyataannya mengatakan bahwa penghargaan ini hasil dari penilaian dewan juri yang berkompeten di bidangnya masing-masing. Dewan juri telah mengelompokan 4 aspek yang dinilai yakni Manajemen Risiko, Audit dan Audit Internal, Hukum dan Reputasi serta Finance. Selain itu, Dewan Juri juga menilai kinerja perusahaan berdasarkan acuan dari data perusahaan yang diperoleh dari website resmi perusahaan dan didukung oleh Annual Report 2022 sehingga data yang didapat sangat valid.

Dewan juri terdiri dari Penasehat : Prof.Roy Sembel, MBA,PhD,CSA – Dewan Pakar Keuangan, Investasi. Ketua Juri : Dr. Dewi Hanggraeni,MBA,CA,CACP – Dekan FEB & FKD Universitas Pertamina dan Ketua Umum Perhimpunan Penggiat Tatakelola, Risiko dan Kepatuhan. Anggota : Alan Yazid, BBus,MBA – Wakil Ketua Perhimpunan Penggiat Tatakelola, Risiko dan Kepatuhan Indonesia.
Manajemen Risiko merupakan serangkaian prosedur dan metodologi yang digunakan untuk mengidentifikasi, mengukur, memantau, dan mengendalikan risiko yang timbul dari kegiatan usaha entitas atau perusahaan. Tujuan manajemen risiko adalah menjaga agar aktivitas operasional perusahaan tidak menimbulkan kerugian yang melebihi kemampuannya untuk menyerap kerugian, atau membahayakan kelangsungan usahanya.
Saat ini, Indomobil Finance (IMFI) sudah memiliki Komite Manajemen Risiko adalah komite yang dibentuk oleh Direksi untuk mendukung Direksi dalam hal pelaksanaan penerapan manajemen risiko sesuai dengan ketentuan OJK dan kebutuhan perusahaan.
Hal ini ditujukan agar perusahaan dapat meminimalisir risiko yang dihadapi perusahaan terutama dalam kondisi perlemahan ekonomi seperti saat ini. Inovasi dibutuhkan untuk terus dapat melakukan persaingan usaha dan terus mengembangkan pelayanan perseroan.








