EconomicReview-PT Brantas Abipraya (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang konstruksi. Pertama kali beroperasi tahun 1980 dengan membangun infrastruktur unggul di Indonesia dan manca negara, PT Brantas Abipraya (Persero) terus bertransformasi guna memantapkan daya saingnya. Sebagai bentuk konsistensinya mempertahankan kinerja kerja yang lebih baik dan meminimalisir adanya adanya risiko managemen dalam pengelolan perusahaan, PT Brantas Abipraya (Persero) kerap menggelar pelatihan dan sertifikasi Manajemen Risiko sebagai upaya untuk memperkuat pemahaman dan kompetensi Organ Manajemen Risiko. Hal ini dilakukan sebagai wujud semangat untuk memberikan yang terbaik dalam pengelolaan manajemen risiko, sebagaimana BUMN bidang konstruksi ini telah dinyatakan kompeten sebagai Qualified Risk Governance Professional (QRGP) dan Qualified Chief Risk Officer (QCRO).
Dalam satu kesempataan saat membuka pelatihan, Direktur Utama Brantas Abipraya Sugeng Rochadi dalam keterangan tertulisnya menggatakan
Brantas Abipraya memegang teguh prinsip pengelolaan manajemen risiko yang efektif, guna menciptakan perusahaan yang tumbuh berkelanjutan. Sangat disadari juga bahwa manajemen risiko yang baik merupakan salah satu pilar yang memperkuat pencapaian kinerja. Pelatihan dan sertifikasi ini akan memberikan pemahaman praktik terbaik dalam struktur tata kelola risiko dan bagaimana mengintegrasikannya dengan strategis bisnis.
Ditambahkan olehnya, pelatihan ini akan mempersiapkan pemimpin untuk selalu mengutamakan transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan terhadap regulasi terkait risiko. Selain itu, ia juga berharap setelah mengikuti pelatihan dan sertifikasi ini, kemampuan para Insan Abipraya dapat berkembang dalam mengelola risiko secara holistik di lingkungan bisnis yang beragam dan cepat berubah. dan dapat meningkatkan kapasitas perusahaan dalam menghadapi tantangan bisnis dan pengambilan keputusan strategis yang berorientasi risiko.
Hingga saat ini, ia mengungkapkan Brantas Abipraya telah berhasil meningkatkan berbagai kapasitas yang dimilikinya, seperti pengurangan potensi kerugian bisnis; pengambilan keputusan strategis yang lebih baik; kepatuhan terhadap peraturan dan standar; respons krisis yang efektif; peningkatan efisiensi operasional; dan peningkatan kepercayaan pemangku kepentingan.
Tak hanya mempersiapak SDMnya saja, Brantas Abipraya juga memiliki sederet fasilitas Teknologi Informasi (TI) untuk mendukung implementasi GRC-nya. Salah satunya adalah RISMA atau E-RISK yang merupakan aplikasi pelaporan manajemen risiko untuk menunjang proses manajemen risiko perusahaan.

Dengan konsisten memberikan pelayanan rerbaik dan terus update untuk meningkatkan kinerja kerjanta, tak heran jika PT Brantas kerap mendapatkan penghargaan. Yang terbaru, Kamis 18 Januari 2024 , PT Brantas meraih penghargaan bergengsi di bisang Risk Manegement yang diadakan oleh media bisnia, Economic Review.
PT Brantas Abipraya mendapatkan pengehargaan Silver Award (Good) dengan predikat The Best Indonesia Enterprises Risk Management Award VI -2024 kategori State Owned Enterpries`s Company. Dalam ajang bergengsi Indonesia Enterprise Risk Management Award‐IV‐2024 yang diadakan oleh media bisnis Economic Review di Hotel Amos Cozy, Jumat 18 Januari 2024 lalu. Sebagai dewan juri dalam ajang ini adalah Dr. Dewi Hanggaraeni, MBA, CA, CACP (Dekan FEB dan FKD Universitas Pertamina, Ketua Umum Perhimpunan Penggiat Tatakelola, Risiko dan Kepatuhan) serta anggotanya Alan Yazid Bbus, MB (Wakil Ketua Perhimpunan Penggiat Tatakelola, Risiko dan Kepatuhan Indonesia).
Perwakilan dari PT Brantas Adipraya saat menerima penghargaan menggatakan bahwa adanya penghragaan ini diharapkan bisa momotivasi perusahaan untuk bisa lebih baik lagi.








