EconomicReview – Sosok Riza Roziani sudah tidak asing lagi di kalangan pimpinan dan staf PT Bank Pembangunan Daerah Jambi karena beliau merupakan Direktur Kepatuhan PT Bank Pembangunan Daerah Jambi.
Perempuan kelahiran Jakarta 54 tahun silam itu akan mengemban jabatan sebagai Direktur Kepatuhan Bank Jambi periode 2021-2025 mendatang. Beliau terpilih berkat konsistensi dan komitmen yang terus dijaga sehingga mampu membawa Bank Jambi pada kinerja terbaiknya.
Apresiasi lain datang dari Anugerah Perempuan Indonesia VIII 2022 (API-VIII-2022) yang digelar secara Hybrid-Offline di Sheraton Mustika Yogyakarta Hotel Resort & Spa serta online via aplikasi zoom.
Pada ajang tahunan yang diselenggarakan Economic Review serta Yayasan Anugerah Perempuan Indonesia itu, Hj. Riza Rosiani, SE. diapresiasi penghargaan kategori Pemimpin Perusahaan BUMD untuk Provinsi Jambi.
Penghargaan tersebut diberikan oleh dewan juri mengacu pada pencapaian Riza selama 1 tahun menjabat sebagai Direktur Kepatuhan Bank Jambi dilihat dari data analisis dan interview via zoom.

Lulusan Universitas Jambi ini sudah malang melintang di dunia perbankan, berbagai jabatan sudah pernah diemban selama berkarir di Bank Jambi, sebut saja Kepala Bidang Kepatuhan dan Peraturan (2005), Pemimpin Cabang di Kantor Cabang Muara Bulian (2010), Kepala Divisi Kepatuhan dan Manajemen Risiko (2012).
Perempuan yang akrab disapa Riza ini menjadi contoh inspiratif bagi perempuan-perempuan Indonesia yang ingin berkiprah di bidang perbankan khususnya ataupun bidang lainnya karena Riza mampu menunjukkan kinerja terbaiknya sehingga mampu disejajarkan dengan pimpinan lain di Bank Jambi yang mayoritas adalah laki-laki.
“Saya berharap penghargaan ini bisa terus memotivasi diri saya secara pribadi untuk terus melakukan hal-hal positif sehingga banyak lagi perempuan-perempuan yang juga dapat termotivasi. Terima kasih kepada Yayasan Anugerah Perempuan Indonesia atas kepercayaannya kepada saya untuk menerima penghargaan ini,” papar Riza dalam sambutannya.
“Saya juga berharap, nantinya akan banyak perempuan-perempuan yang bisa meneruskan tren positif dengan mengeluarkan karya-karya positif nya dan mampu berdiri secara mandiri sehingga perbedaan gender antara perempuan dan laki-laki tidak dipermasalahkan lagi dalam bidang pekerjaan apapun”, terang Riza saat penjurian API 2022.








