EconomicReview – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggandeng Pemerintah Kabupaten Ngawi, Jakarta Timur terkair penyerapan beras produksi kelompok petani Ngawi dalam mendukung kebutuhan pangan di Ibu Kota.
Kerja sama yang dimaksud adalah PT Food Station Tjipinang Jaya selaku BUMD Pemprov DKI Jakarta dengan Daya Tani Sembada – Kelompok Tani Sido rukun untuk pengelolaan sistem resi gudang, penggilingan padi dan pasokan beras untuk warga DKI Jakarta dan rencana penyerapan hasil panen kelompok Tani Sido Rukun, Ngawi.
Menurut Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan kalau kedatangannya ke Ngawi untuk menindaklanjuti kerja sama antara Pemprov DKI dan Pemkab Ngawi terkait dukungan kebutuhan beras di Jakarta.
“Kita memulai babak baru kerja sama dengan Ngawi dan insyaallah dengan Jatim. Dengan sistem resi gudang, kita memiliki kontrak kerja untuk penanaman padi dan memastikan petani memiliki kepastian pembeli, kami punya kepastian harga,” paparnya.
“Kedatangan kita di Ngawi ini sedang berbicara tentang kebutuhan pangan, ketahanan panga. Selain itu juga ingin memastikan bahwa harga diperkotaan mendapat suplay yang terjamin. Di sisi lain ada keinginan untuk berbalas budi dengan petani, dengan membangun sistem yang berkeadilan,” lanjut Anies.
Senda dengan Anies, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi kerja sama yang dilakukan Pemprov DKI dengan Pemkab Ngawi. Kerja sama tersebut, petani akan memiliki kepastian harga, pasar, dan produksi berasnya terserap dengan baik.
Kerjasama ini juga diharapkan adanya keyerbukaan akses perluasan sentra-sentra produksi gabah dan beras di wilayah Jawa Timur lainnya untuk mendapatkan pasar yang lebih besar di Ibu Kota.








