EconomicReview – Sebanyak 70.880 pohon tambahan telah ditanam oleh Pemprov DKI sebagai bagian dalam program dampak perubahan iklim dan mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 30 persen pada 2030.
Penanaman ini merupakan bagian dari target penambahan 200.000 pohon pada 2022 mendatang yang diharapkan menjadi solusi alami dalam upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, melalui penyerapan emisi, penurunan suhu, penyediaan habitat bagi biodiversitas dan penciptaan lingkungan yang layak huni bagi warga.
Penambahan 200.000 pohon ini ditargetkan dapat terpenuhi pada 2022 tersebut tercantum dalan Peraturan Gubernur Nomor 24 Tahun 2021 tentang Pengelolaan dan Perlindungan Pohon yang ditetapkan Gubernur Anies Baswedan pada Hari Bumi.
“Sejak 2019 hingga saat ini telah ditanam pohon sebanyak 70.880 yang terdiro dari 23.584 pohon dan 47.296 mangrove,”. Papar Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI, Suzi Marsitawati.
“Hal ini juga sejalan dengan apa yang sudah disampaikan oleh Gubernur DKI, Anies Baswedan pada pertemuan daring c40 dihadapan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Gutteres yang memgusulkan agar kota-kota dapat lebih berkontribusi terhadap pengurangan emisi dan melakukan langkah adaptasi krisis iklim,” lanjut Suzi.
Penetapan ini juga sudah sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menanggulangi dampak perubahan iklim dan mengurangi emisi gas rumah kaca pada 2030 telah melalui perencanaan yang matang dan disusun dengan skema kolaboratif bersama World Resource Institute (WRI) Indonesia.








