Economic Review
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT
No Result
View All Result

Subscribe Newsletter

Economic Review
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT
No Result
View All Result
Economic Review
No Result
View All Result

Pertamax Nonsubsidi Tidak Naik dan Beban Pertamina Bertambah

by Corry
March 18, 2022
in BERITA TERKINI, EKONOMI & BISNIS
137 1
0
Pertamax Nonsubsidi Tidak Naik dan Beban Pertamina Bertambah
Share on FacebookShare on Twitter

EconomicReview-Penyesuaian harga bahan bakar minyak jenis Pertamax seperti yang telah dilakukan perusahaan lain terhadap produk sekelas dinilai wajar, agar beban Pertamina tidak terus bertambah, apalagi Pertamax termasuk BBM nonsubsidi sehingga dapat mengikuti harga dipasar.

Kepala Ekonom PT Bank Central Asia (BCA) David E Sumual mengatakan untuk menyesuaikan harga Pertamax, bisa dengan membandingkan dengan pesaing Pertamina. Misalnya produk BBM RON 92, pesaing Pertamina sudah mirip dengan harga pasar.  Pertamax dan Pertalite kan tidak dalam posisi harga minyak (mentah) sekarang.

Menurut David, perbedaan harga Pertamax dan Pertalite dengan harga pasar saat ini sekitar 20-40 dolar AS per barel, bergantung pada pergerakan kurs rupiah terhadap dolar AS, yakni saat ini antara Rp14.200-Rp14.400 per dolar AS.

“Sekali lagi, ini bergantung pada kursnya di berapa, harga minyak global kira-kira berapa? Sedangkan badan usaha lain sudah mengikuti dua variabel utama ini,” katanya.

Ia mengatakan volume penjualan Pertalite saat ini sudah paling tinggi. Dengan mobilitas masyarakat yang semakin baik, konsumsi Pertalite juga akan terus meningkat. Dengan volume yang semakin naik, beban yang harus ditanggung Pertamina juga akan semakin besar. Apalagi tanpa ada kenaikan harga Pertamax yang tidak disubsidi karena dikonsumsi masyarakat mampu.

David mengasumsikan baseline skenario harga minyak sekitar 130-an dolar AS per barel paling tinggi dan bertahan di level tersebut hingga akhir tahun. Sementara kurs rupiah terhadap dolar AS sekitar Rp14.600-an. Beban tambahan yang ditanggung Pertamina bisa mencapai Rp200-an triliun paling sedikit dalam setahun. Kondisi ini akan bergerak terus seiring pergerakan kurs dan harga minyak global.

Pertamina memang butuh suntikan likuiditas dan mereka sudah kelihatan beberapa kesempatan menyampaikannya

Secara terpisah, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran Yayan Satyakti mengatakan disrupsi global akibat pandemi COVID-19 dan invasi Rusia ke Ukraina akan mempersulit posisi neraca energi Indonesia pada 2022. Sistem stok energi Indonesia dapat terganggu, disebabkan eskalasi yang terjadi belakang ini, kesenjangan antara harga internasional dan domestik.

“Alangkah baiknya, harga domestik mendekati harga internasional, minimal 80-90 persen dari harga internasional. Ini untuk menjaga keseimbangan agar pasar domestik tetap terjaga dan menghindari kelangkaan suplai karena BBM bisa diselundupkan ke luar negeri,” ujarnya.

Walaupun harga BBM nonsubsidi lebih mahal, lanjut Yayan, pasokan dapat dijaga daripada harga murah tetapi konsumen berbondong-bondong antre. Harga keekonomian ini berfungsi untuk mencari alternatif energi baru dan terbarukan serta mengedukasi masyarakat agar masyarakat menghemat energi minyak yang memang sudah tidak murah lagi.

Tags: PT Pertamina (Persero)
Previous Post

Presiden Jokowi Mengatakan Indonesia Akan Tekat Soal Nikel di WTO

Next Post

Pandemi Membuat Tren Masak Sehat Meningkat Tajam

Related Posts

Pertamina EP Adera Field Catat Produksi Migas dari Dua Sumur
BERITA TERKINI

Pertamina EP Adera Field Catat Produksi Migas dari Dua Sumur

February 15, 2023
Perluas Uji Coba Pembelian LPG 3 Kg Gunakan KTP
BERITA TERKINI

Perluas Uji Coba Pembelian LPG 3 Kg Gunakan KTP

February 7, 2023
Direkur Pertamina Tetapkan Harga Pertamina Turun Rp12.800/Liter
BERITA TERKINI

Direkur Pertamina Tetapkan Harga Pertamina Turun Rp12.800/Liter

January 3, 2023
Industri Bumbu Mie Instan Dapat Pasokan Gas 50.000 M3 Setiap Bulan
BERITA TERKINI

Industri Bumbu Mie Instan Dapat Pasokan Gas 50.000 M3 Setiap Bulan

December 14, 2022
Pertamina Temukan Sumberdaya Gas & Kondensat di Jawa Timur
BERITA TERKINI

Pertamina Temukan Sumberdaya Gas & Kondensat di Jawa Timur

October 25, 2022
PGN Subholding Pertamina Komitmen Perluas Jaringan Gas Bumi Dalam Negri
BERITA TERKINI

PGN Subholding Pertamina Komitmen Perluas Jaringan Gas Bumi Dalam Negri

September 28, 2022
Next Post
Pandemi Membuat Tren Masak Sehat Meningkat Tajam

Pandemi Membuat Tren Masak Sehat Meningkat Tajam

Recent Posts

  • The Day
  • REGISTER NOW
  • 50TH IVA CONVEX 2026
  • IVA CONVEX 2026
  • Securing Upstream Supply Amid NationalDownstream Expansion
  • Waspada, EDCCash Penipuan Investasi Berkedok Aset Kripto dengan Skema Piramida
  • KAI Umumkan Perubahan Nomor WhatsApp Contact Center KAI121 Mulai 1 September 2025
  • Menteri PPPA Ajak Para Perempuan Populerkan Kebaya
  • Hari Disabilitas Internasional, Karya Tanpa Batas 2022 Kembali Digelar

TENTANG KAMI

REDAKSI

BERIKLAN

KONTAK KAMI

© 2020 Economic Review - Powered by Webcorner.id

No Result
View All Result
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT

© 2020 Economic Business Review - Powered by Webcorner.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
sponsored