EconomicReview – Sebagai wujud kepedulian dan rasa kemanusiaan, Perempuan Pemimpin Indonesia (PPI) mengunjungi langsung daerah terdampak bencana di Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang. Kedua daerah tersebut terletak di Jawa Timur. Kegiatan kemanusian PPI ini merupakan bagian dari kunjungan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindangan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga.
Kunjungan yang dilakukan pada Rabu (28/4) ini di fokuskan pada Pos Ramah Perempuan dan Anak di Desa Kaliuling, Kabupaten Lumajang dan Desa Kepatihan, Kabupaten Malang. Kedua desa ini adalah daerah terdampak paling parah saat terjadi bencana dimana saat ini berusaha bangkit untuk pulih.

Sebagaimana diketahui, bencana terjadi pada 10 April 2021, Malang, Jawa Timur dan sekitarnya termasuk Kabupaten Lumajang dilanda gempa berkekuatan 6,1 magnitudo dengan kedalaman 60 kilometer. Berdasarkan Laporan Situasi Terkini BNPB hingga 12 April 2021, terdapat 179 fasilitas umum yang rusak, 1.361 rumah rusak ringan, 845 rumah rusak sedang, dan 642 rumah rusak berat.
Pada kunjungan kali ini, Kementerian PPPA mendorong percepatan pelaksanaan program pemahaman tentang mitigasi bencana bagi perempuan dan anak agar siap menghadapi potensi bencana yang masih menjadi ancaman nyata di Indonesia.
Irlisa Rachmadiana, Ketua Umum PPI mengapresiasi langkah Kementerian PPPA terkait kesiapan mitigasi bagi perermpuan dan anak. “Kami mendukung upaya Kementerian PPPA dalam menyiapkan langkah-langkah kesiapan mitigasi bencana bagi perempuan dan anak. Hal ini sangat penting mengingat perempuan dan anak merupakan kelompok rentan dan harus mendapat prioritas ketika terjadi bencana, baik bencana alam maupun bencana non alam,” ujarnya.
Program mitigasi ini sejalan dengan komitmen PPI dalam mendukung perlindungan perempuan dan anak di samping kegiatan kemanusiaan yang selama ini telah dilakukan oleh organisasi PPI. Karena itu, selama kunjungan ke Pos Ramah Perempuan dan Anak, Irlisa mewakili PPI melihat langsung proses pendampingan psikososial bagi perempuan dan anak.
“Kami melihat langsung proses pendampingan tersebut. Ini harus diprioritaskan, harus ada kerjasama dan koordinasi yang baik antara Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat melalui BNPB. Tujuannya agar proses pemulihan bisa berjalan cepat dan segera bangkit kembali,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, organisasi PPI bersama Kementerian PPPA juga menyerahkan secara simbolis paket pemenuhan kebutuhan spesifik perempuan dan anak. Sejumlah paket yang diberikan terdiri dari paket kebutuhan spesifik anak, paket sembako, dan obat-obatan. “Melalui bantuan ini PPI berharap perempuan dan anak-anak di lokasi terdampak bencana bisa bangkit kembali,” tandasnya.


