Economic Review
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT
No Result
View All Result

Subscribe Newsletter

Economic Review
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT
No Result
View All Result
Economic Review
No Result
View All Result

Serius Kelola Wakaf, Pemerintah Percepat Pertumbuhan Perekonomian Nasional

by Yusniar
January 27, 2021
in BERITA TERKINI, FINANSIAL, KEBIJAKAN
136 1
0
Serius Kelola Wakaf, Pemerintah Percepat Pertumbuhan Perekonomian Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

EconomicReview – Tak dimungkiri bahwa potensi wakaf di Indonesia begitu besar. Data Badan Wakaf Indonesia (BWI) menyatakan, potensi wakaf per tahun mencapai Rp180 triliun. Sayangnya, hingga saat ini wakaf uang yang terkumpul baru sekitar Rp391 miliar.

Bahkan, Presiden Joko Widodo menyebut bahwa potensi wakaf di Indonesia sangat besar, bisa mencapai ribuan triliun per tahun. “Potensi aset wakaf sangat-sangat besar di negara kita dimana per tahun bisa mencapai Rp2.000 triliun. Sedangkan potensi wakaf uang bisa menembus angka Rp188 triliun,” kata Jokowi dalam acara peluncuran Gerakan Nasional Wakaf Uang di Istana Negara, Jakarta, Senin (25/1/2021).

Melihat potensinya yang besar ini, membuat wakaf dapat julukan raksasa tidur di sektor keuangan syariah dan mempunyai potensi mempercepat pembangunan infrastruktur, fasilitas sosial, dan juga sarana keagamaan. Dan, jika dintensifkan dan dikelola dengan baik, wakaf bisa membantu pemerintah mengentaskan kemiskinan di Indonesia.

Hanya saja, di balik potensinya yang besar ini, pengelolaan wakaf ini belum maksimal. Masih minimnya potensi wakaf yang belum tergarap disebabkan oleh minimnya literasi, tata kelola, portofolio wakaf, hingga kemudahan cara berwakaf. Padahal wakaf uang memiliki peran penting, untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan, membantu UMKM, hingga mengurangi belanja pemerintah.

Karena itu, pemerintah berencana mengelola wakaf ini lebih luas lagi. “Kita harus menangkap peluang ini dengan mendorong percepatan, mendorong akselerasi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah nasional. Kita harus mempersiapkan diri sebagai pusat rujukan ekonomi syariah global,” tegas Presiden Jokowi.

Keseriusan Pemerintah dalam mengelola wakaf ini ditandai dengan peresmian Gerakan Nasiona Wakaf Uang (GNWU). Salah satu gebrakan seperti disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dimana akan terus meningkatkan peran instrumen pembiayaan syariah dalam proyek-proyek pemerintah. Tahun ini pemerintah berencana mendanai proyek senilai lebih dari Rp27 triliun menggunakan instrumen Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

“Pada tahun ini kami terus meningkatkan Surat Berharga Syariah Nasional yang dihubungkan dengan proyek di mana tahun ini akan mencapai lebih dari Rp27 triliun proyek-proyek yang didanai melalui SBSN yang berbasis proyek,” ujarnya.

Langkah lainnya, pemerintah mendorong Brand Ekonomi Syariah terutama untuk meningkatkan literasi, edukasi dan sosialisasi ekonomi syariah yang bersifat masih dan inklusif. “Semoga Gerakan Nasional Wakaf Uang dan Brand Ekonomi Syariah dapat mendukung pertumbuhan ekonomi syariah lebih cepat dan luas serta mempercepat visi Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia,” ujarnya.

Yang tak kalah penting, Gerakan Nasional Wakaf Uang ini menandai dimulainya transformasi pelaksanaan wakaf yang lebih luas dan modern. Langkah yang akan dilakukan yakni memperluas jenis wakaf yang tidak lagi berupa properti dan tanah untuk kegiatan peribadatan. Namun, juga meliputi benda bergerak berupa uang dan benda bergerak selain uang, seperti kendaraan, mesin, logam mulia dan surat berharga syariah.

Transformasi lainnya terfokus pada pengelolaannya dimana perbaikan pengelolaan wakaf uang, yang akan dilakukan oleh Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) bersama Badan Wakaf Indonesia (BWI).

Previous Post

Investasi Industri Tumbuh Double Digit

Next Post

GBG Intelligence Center Cegah Penipuan Dan Meningkatkan Efisiensi Onboarding Lembaga Keuangan

Related Posts

The Day
BERITA TERKINI

The Day

May 20, 2026
REGISTER NOW
BERITA TERKINI

REGISTER NOW

May 19, 2026
50TH IVA CONVEX 2026
BERITA TERKINI

50TH IVA CONVEX 2026

May 13, 2026
IVA CONVEX 2026
BERITA TERKINI

IVA CONVEX 2026

May 13, 2026
Securing Upstream Supply Amid NationalDownstream Expansion
BERITA TERKINI

Securing Upstream Supply Amid NationalDownstream Expansion

May 13, 2026
Measuring the Investment Competitiveness ofIndonesia’s Oil and Gas Sector
BERITA TERKINI

Measuring the Investment Competitiveness ofIndonesia’s Oil and Gas Sector

May 8, 2026
Next Post
GBG Intelligence Center Cegah Penipuan Dan Meningkatkan Efisiensi Onboarding Lembaga Keuangan

GBG Intelligence Center Cegah Penipuan Dan Meningkatkan Efisiensi Onboarding Lembaga Keuangan

Recent Posts

  • The Day
  • REGISTER NOW
  • 50TH IVA CONVEX 2026
  • IVA CONVEX 2026
  • Securing Upstream Supply Amid NationalDownstream Expansion
  • Future trends in gambling What to expect and how chicken road is adapting
  • Strategi Bisnis Pan Brothers dengan Gebrakan IT Digitalisasi Mampu Boyong Gold Award – IITA 2024
  • Proses Tampilan Baru Pembangunan di IKN Sekarang
  • GBG Intelligence Center Cegah Penipuan Dan Meningkatkan Efisiensi Onboarding Lembaga Keuangan

TENTANG KAMI

REDAKSI

BERIKLAN

KONTAK KAMI

© 2020 Economic Review - Powered by Webcorner.id

No Result
View All Result
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT

© 2020 Economic Business Review - Powered by Webcorner.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
sponsored