EconomicReview-SUN Energy dan Wika Energy berkolaborasi membangun instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Universitas Negeri Manado, Sulawesi Utara. Pembangunan ini menjadikan Universitas Negeri Manado menjadi lembaga pendidikan tinggi pertama di kawasan Indonesia Timur yang memanfaatkan energi baru terbarukan, khususnya energi surya.
Rektor Universitas Negeri Manado Prof Dr Deitje A Katuuk Mpd mengatakan, kehadiran PLTS berkapasitas 400 kWp di Universitas Negeri Manado akan mendukung suplai energi listrik yang dibutuhkan oleh Universitas. Oleh karena itu, pihaknya berterima kasih atas kolaborasi yang dilakukan bersama SUN Energy dan WIKA Energi untuk membangun PLTS On-Grid berkapasitas 400 kWP dan harapannya Laboratorium PLTS dapat menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa Unima.
Prof Deitje dalam keterangan pers mengatakan Lebih daripada itu, melalui instalasi PLTS, Universitas Negeri Manado telah mengambil peran dalam upaya transisi energi untuk mencapai Indonesia Bebas Emisi Karbon pada tahun 2060 mendatang serta mendukung pengembangan keilmuan di sektor Energi Baru Terbarukan yang terus berkembang di Indonesia.
Oky Gunawan selaku Chief of Sales SUN Energy menjelaskan, berdasarkan data Kementrian ESDM, potensi pemanfaatan energi surya di Indonesia mencapai 207 GW. Salah satu strategi SUN Energy sebagai pengembang energi surya terbesar dalam upaya mencapai angka proyeksi tersebut adalah dengan mengembangkan potensi sumber daya manusia yang berkualitas melalui pembangunan PLTS dan Laboratorium Energi Terbarukan di kampus.
“Oleh karena itu, kami sangat mengapresiasi setiap langkah institusi pendidikan yang menunjukan minatnya dalam pemanfaatan energi surya melalui instalasi PLTS. Pembangunan PLTS On-Grid di Universitas Negeri Manado merupakan proyek SUN Energy yang ke-9 di Lembaga Pendidikan Tinggi dan kami akan terus melakukan penetrasi di lembaga pendidikan lainnya,” jelas Oky.
Oky menambahkan, kolaborasi yang dilakukan bersama antara SUN Energy dan PT Wika Industri Energi dalam mengembangkan PLTS di institusi pendidikan diyakini mampu memberikan dampak terhadap sektor pendidikan secara riil.
“Baik menjadi penunjang proses pembelajaran seputar energi baru terbarukan, hingga turut mengembangkan ilmu pengetahuan seputar energi baru terbarukan di Indonesia,” tutup Oky.






