Economic Review
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT
No Result
View All Result

Subscribe Newsletter

Economic Review
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT
No Result
View All Result
Economic Review
No Result
View All Result

Waspadai Mainan Kosmetik, BPOM Ajak Orang Tua Lebih Cermat Pilih Produk Anak

by Opi
July 22, 2025
in BERITA TERKINI, KEBIJAKAN, SOSIAL & BUDAYA
130 5
0
Waspadai Mainan Kosmetik, BPOM Ajak Orang Tua Lebih Cermat Pilih Produk Anak
Share on FacebookShare on Twitter

EconomicReview-Jakarta, 22 Juli 2025 – BPOM kembali mengedukasi masyarakat melalui webinar bertajuk “Waspada Bahaya Mainan Kosmetik: Panduan Praktis bagi Orang Tua Memilih Kosmetik Anak”. Kegiatan ini diselenggarakan pada Senin (21/7/2025) dan menjadi sarana penting untuk meningkatkan kesadaran publik, khususnya orang tua, mengenai risiko kosmetik anak yang tidak memenuhi standar keamanan.

Acara yang berlangsung secara hybrid dari Aula Bhineka Tunggal Ika BPOM ini diikuti oleh 50 peserta luring yang terdiri dari pelajar dan anggota organisasi masyarakat. Acara ini juga dimeriahkan dengan adanya partisipasi dari 1.000 peserta daring yang terdiri dari kader, organisasi sosial masyarakat, organisasi profesi, unit pelaksana teknis BPOM, dan masyarakat umum.

Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik BPOM (Deputi 2) Mohamad Kashuri membuka diskusi dengan menyoroti tren meningkatnya penggunaan kosmetik di kalangan anak. Ia menjelaskan bahwa meskipun industri ini berkembang pesat sebagai peluang ekonomi, tetap ada risiko kesehatan jika produk tidak memenuhi standar keamanan.

“Beberapa produk bahkan mengandung bahan berbahaya seperti formalin. Jika digunakan terus-menerus di kulit anak yang sensitif, bisa berdampak serius terhadap kesehatan,” jelas Mohamad Kashuri.

Ia juga menambahkan pentingnya kepedulian masyarakat untuk memastikan produk kosmetik yang akan digunakan memiliki izin edar dari BPOM, membeli di toko resmi, serta melakukan uji coba di beberapa area pada kulit sebelum pemakaian secara menyeluruh. Langkah ini juga berlaku dalam memilih mainan kosmetik untuk anak. Pemeriksaan terhadap kemasan, label, izin edar, dan tanggal kedaluwarsa (Cek KLIK) menjadi langkah preventif penting.

Selain itu, masyarakat didorong menggunakan aplikasi BPOM Mobile untuk memverifikasi legalitas produk kosmetik serta melaporkan temuan produk berbahaya. Aplikasi ini juga menyediakan informasi resmi mengenai daftar produk kosmetik yang ditarik dari peredaran.

Webinar hari ini menghadirkan narasumber Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Fitria Agustina yang melanjutkan diskusi dengan pembahasan dari sudut pandang medis. Fitria menyampaikan bahwa anak kecil di bawah usia 6 tahun masih memiliki lapisan kulit yang masih tipis dan belum matang. Hal ini membuat mereka lebih rentan terhadap bahan berbahaya yang terkandung dalam kosmetik dekoratif. Risiko yang mungkin timbul yaitu iritasi kulit, infeksi, alergi, bahkan paparan zat kimia, seperti logam berat atau paraben.

Narasumber ketiga yang juga memberikan materi adalah Pembina Industri Ahli Muda dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Miranti Rahayu. Ia menekankan pentingnya standardisasi produk sebagai bentuk perlindungan konsumen dan stabilitas industri.

Miranti menjelaskan bahwa produk kosmetik anak harus memenuhi ketentuan hukum dan standardisasinya dapat diklasifikasikan ke dalam tiga bentuk. Pertama adalah standar nasional Indonesia (SNI) yang dikeluarkan oleh Badan Standardisasi Nasional. Kedua berupa spesifikasi teknis (ST) sebagai dokumen persyaratan teknis yang mengacu pada sebagian parameter SNI atau standar internasional yang ditetapkan oleh Menteri Perindustrian. Dan ketiga adalah Pedoman Tata Cara (PTC), yaitu dokumen berisi tata cara untuk desain, manufaktur, instalasi, pemeliharaan atau utilisasi dari peralatan, serta struktur atau produk yang ditetapkan oleh Menteri Perindustrian.

Ia juga menjelaskan perbedaan suatu produk disebut sebagai kosmetik anak atau mainan kosmetik dinilai dari persyaratan yang dipenuhi. “Kalau produknya disebut kosmetik, maka harus memenuhi syarat [yang terkait dengan produksi] kosmetik. Tapi jika disebut mainan, maka harus patuh pada ketentuan terkait mainan, termasuk dari sisi bahan dan izin,” tegasnya.

BPOM berharap melalui kegiatan ini, para orang tua lebih selektif dalam memilih produk kosmetik anak dan pelaku usaha lebih bertanggung jawab dalam mendesain serta memasarkan produknya sesuai regulasi. Edukasi publik akan terus digencarkan sebagai bagian dari upaya menciptakan ekosistem perlindungan konsumen yang aman, sehat, dan berkelanjutan. 

Tags: #bpom#hari anak nasional#kosmetik anak#produk anak
Previous Post

Pertamina Drilling Resmikan Laboratorium Drilling Fluid dan Cementing di Sunter

Next Post

BNI Salurkan 25.000 Unit KPR FLPP, Dukung Program 3 Juta Rumah Pemerintah

Related Posts

BPOM Temukan Peredaran Kosmetik Ilegal dari 4 Wilayah di Indonesia Senilai Lebih Dari Rp8,91 Miliar
BERITA TERKINI

BPOM Terbitkan Regulasi Baru Suplemen Kesehatan Mengandung Probiotik

September 2, 2025
BPOM Umumkan Tentang Temuan Hasil Pengawasan Promosi Produk Kosmetik Yang Tidak Sesuai Dengan Norma Kesusilaan
BERITA TERKINI

BPOM Terbitkan Pedoman Kajian Risiko Keamanan dan atau Mutu Obat dan Bahan Obat Untuk Melindungi Masyarakat

June 2, 2025
BPOM Perbarui Standar Cara Pembuatan Obat yang Baik
BERITA TERKINI

BPOM Perbarui Standar Cara Pembuatan Obat yang Baik

May 3, 2025
BPOM Berhasil Tindak Lanjuti 96,15 Persen Rekomendasi Hasil Pemeriksaan BPK
BERITA TERKINI

BPOM Berhasil Tindak Lanjuti 96,15 Persen Rekomendasi Hasil Pemeriksaan BPK

February 14, 2025
BPOM Siap Dukung Pengawasan MBG
BERITA TERKINI

BPOM Siap Dukung Pengawasan MBG

January 24, 2025
BPOM Penuhi Komitmen Selesaikan Registrasi Ulang 915 NIE Obat Generik Dalam Waktu Kurang 3 Bulan
BERITA TERKINI

BPOM Penuhi Komitmen Selesaikan Registrasi Ulang 915 NIE Obat Generik Dalam Waktu Kurang 3 Bulan

January 21, 2025
Next Post
BNI Salurkan 25.000 Unit KPR FLPP, Dukung Program 3 Juta Rumah Pemerintah

BNI Salurkan 25.000 Unit KPR FLPP, Dukung Program 3 Juta Rumah Pemerintah

Recent Posts

  • Resmi Digelar ARCH:ID 2026 Siap Perkuat Industri Arsitektur
  • ICCA 2026 : Helatan Economic Review, IMFI Raih Platinum Award
  • Brantas Abipraya Raih 2 Penghargaan Bergengsi di Ajang ICCA 2026
  • Komunikasi Dua Arah Sukses antarkan Kaltimtara Raih Platinum Award ICCA 2026 dari Econimic Review
  • Maybank Finance Berjaya dengan Torehan Platinum Award ICCA 2026 Versi Economic Review
  • Sinergi Konsumen dan Pelaku Usaha Percepat Pemulihan Ekonomi Nasional
  • Perluas Pasar, BEI Luncurkan Foreign Index Futures (Kontrak Berjangka Indeks Asing)
  • Kontribusi Signifikan IKM bagi Perekonomian Nasional
  • WIKA Gedung Terbaik Di IGCGA-VI 2021, Piawai Dalam Praktik GCG

TENTANG KAMI

REDAKSI

BERIKLAN

KONTAK KAMI

© 2020 Economic Review - Powered by Webcorner.id

No Result
View All Result
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT

© 2020 Economic Business Review - Powered by Webcorner.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
sponsored