EconomicReview-Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) menyerahkan satu unit kendaraan operasional kepada Koperasi TMI sebagai bentuk kontribusi dalam membantu salah satu unit bisnisnya, yaitu Material Center yang memiliki peran untuk memenuhi kebutuhan bahan baku produksi yang kompetitif bagi anggota Koperasi TMI. Pemberian kendaraan operasional ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas bisnisnya.
Penyerahan kendaraan diberikan langsung di Ruang Pertemuan LIK, Takaru, Tegal oleh YDBA diwakili Kepala Departemen Training & Mentoring YDBA, Aloysius Daniel Harbianto kepada Ketua Koperasi TMI Muhamad Jahidin disaksikan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Tegal Moh. Nur Ma’mun, SH. M. Hum. Hadir secara virtual dalam kegiatan ini, yaitu Ketua Pengurus YDBA Sigit P. Kumala, Sekretaris Pengurus YDBA Ida R.M. Sigalinging dan Bendahara Pengurus YDBA Handoko Pranoto.
Ketua Pengurus YDBA Sigit P. Kumala mengungkapkan melalui bantuan kendaraan operasional ini, Koperasi TMI diharapkan makin bisa memberikan kontribusi terbaiknya yakni koperasi bisa turut memberikan manfaat bagi masyarakat sekitarnya. “Penyerahan satu unit kendaraan operasional sebagai salah satu apresiasi kepada Koperasi TMI karena telah terlihat progres dan kesungguhan IKM Tegal. Bantuan yang kami berikan hari ini merupakan buah dari kerja keras tersebut. Mereka adalah suplier tier 1 yang memasok ke pabrik-pabrik Astra dan pabrik lain. Mereka terus menjaga QCD-nya (Quality, Cost, Delivery) sehingga bisa menembus pabrik lebih besar,” tutur Sigit.

Dilanjutkan Sigit, upaya YDBA adalah menciptakan kolaborasi dengan IKM dalam menciptakan permintaan dan kebutuhan, serta berusaha menciptakan peluang dengan perusahaan besar. “Di samping itu, kami mengoptimalisasi pasar online dengan difersifikasi produk. Kami pun melakukan penjajakan ke berbagai asosiasi, salah satunya menjajaki Aspaki (Asosisasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia). Kedepan YDBA mengharapkan UKM Tegal agar bisnis yang dijalankan para UKM dapat semakin maju dan bisa menjadi pemain internasional”.
Koperasi Tegal Manufaktur Indonesia (TMI) merupakan badan usaha berbentuk koperasi dengan anggota 25 UKM Mitra Binaan LPB Tegal dengan berbagai bidang, antara lain komponen otomotif, alat berat, perkapalan dan peralatan rumah tangga. Pendirian TMI diawali sebagai bentuk kontribusi Astra melalui Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) dalam pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM) di Tegal, sejak tahun 1996 YDBA yang berkolaborasi bersama Dinas Perindustrian Kabupaten Tegal mendirikan Unit Informasi Usaha Kecil dan Koperasi (UIUKK). Pada tahun 2013 diremajakan kembali oleh YDBA bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tegal menjadi Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Tegal. LPB Tegal sendiri memiliki peran untuk memandirikan UKM melalui berbagai program, hingga akhirnya terbentuk Koperasi Tegal Manufaktur Indonesia (TMI) pada tahun 2018.
Pada acara ini, diselenggarakan pula sharing UKM yang disampaikan oleh Ketua Material Center Koperasi TMI, Tri Sukamto. Dalam sesi sharing ini, Tri menyampaikan peran Koperasi TMI dalam pengembangan UKM di Tegal, salah satunya dengan membentuk unit bisnis, yaitu Material Center yang diluncurkan pada Agustus 2019. Dimana fokus bisnis Material Center itu sendiri, antara lain pengadaan material komponen alat berat & perkapalan, penjualan produk consumable, jasa dan logistik.

“Tak dapat dipungkiri bahwa hampir sebagian besar pelaku IKM di Tegal mengalami penurunan omset hingga 45-65%, akibat pandemi COVID-19 ini. Meskipun begitu ada pula beberapa pelaku IKM yang tidak mengalami penurunan. Tapi kami tidak tinggal diam, dengan berbagai program binaan terutama yang dilakukan YDBA, kami bisa mendapat kesempatan dan bertahan, sehingga penurunannya tidak sebesar itu. Kami melakukan beberapa cara hingga perluasan pasar, bersama YDBA kami melakukan berbagai peningkatan-peningkatan yang berhubungan dengan skill, mencari ilmu dari webinar hingga diversifikasi produk,” ujar Tri.
Serupa dengan paparan Tri, Ketua Koperasi TMI Muhamad Jahidin memaparkan, di bawah LPB dan Koperasi yang dibina YBDA, para IKM bersama-sama melakukan langkah strategis dalam menyelamatkan bisnis. “Kami terus berupaya mencari akses pasar baru, dengan mengikuti berbagai acara, baik itu Kemperin, YDBA dan pihak lain melalui webinar. Lalu para IKM membuat pengembangan produk baru yang bisa menambah pendapatan lain. Kami juga berkolaborasi antar IKM lain yang mendapat akses pasar. Kami bersyukur IKM di bawah Koperasi ini masih bertahan, kami sebagai pengurus terus mencari terobosan, kami memiliki target, melalui berbagai program yang kami lakukan bisa menambah suplier,” tandasnya.
Hingga Desember 2019, YDBA telah memberikan pembinaan kepada 11.332 UMKM. Dimana 899 merupakan UMKM di bidang Manufaktur, 1.914 di bidang Bengkel Roda-2 dan Roda-4, 3.134 di bidang Kerajinan, 1.130 di bidang pertanian dan sekitar 4000an UMKM binaan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) yang telah kami serahkan ke stakeholder / partner dalam program pembinaannya. YDBA secara tidak langsung juga telah menciptakan 69.860 lapangan pekerjaan melalui UMKM yang difasilitasinya.








