Economic Review- Masih adanya wilayah kerja (WK) Migas di Indonesia yang belum melakukan proses lelang sebagai upaya menggairahkan iklim investasi hulu akan segera dimulai tahun 2022 mendatang. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bakal segera melelang sekitar 12 wilayah kerja (WK) migas di tahun depan.
“Dalam lelang tersebut, investor bisa memilih bentuk kerja sama berupa gross split atau cost recovery. Kami berharap kegiatan ini dapat menggairahkan iklim investasi hulu migas di Indonesia,” kata Sekretaris Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM, Alimuddin Baso dalam Konferensi Pers Virtual terkait Update Kebijakan dan Capaian Kinerja Sektor ESDM Triwulan III Tahun 2021, Senin (25/10).
Dikatakann Alimudin, Kementerian ESDM sebenarnya telah memulai proses lelang WK migas konvensional tahap I 2021 dengan menargetkan 10 WK. Namun realisasinya baru enam WK migas yang ditawarkan, terdiri dari empat WK melalui mekanisme penawaran pangsung dan dua WK melalui lelang reguler.
Enam WK migas tersebut yakni South CPP, Sumbagsel, Rangkas, Liman, Merangin III, dan North Kangean. Adapun dari empat WK Migas yang ditawarkan langsung setidaknya hanya dua WK migas saja yang laku. “Lelang tahap dua 2021 direncanakan dilaksanakan pada awal kuartal empat 2021 dan akan kita tawarkan delapan WK Migas,” ungkapnya.
Guna meningkatkan minat investor terhadap WK migas yang ditawarkan, lanjut dia, pemerintah terus berupaya melakukan perbaikan. Diantaranya dengan memberikan fleksibilitas kontrak sesuai dengan Permen ESDM nomor 12 tahun 2020.
Selain itu WK migas yang ditawarkan ini juga akan mempunyai hitungan pembagian split yang berbeda dari sebelumnya. Adapun semakin besar risiko yang dihadapi KKKS maka bagian split KKKS juga akan semakin besar.








