EconomicReview – Munafasah Asip Kholbihi tak bisa dipisahkan dari berbagai kegiatan sosial, khususnya di wilayah Pekalongan Raya.
Munafah telah melakukan beberapa program yang melibatkan jejaring nasional dan dianggap sebagai inovasi gerakan sosial di antaranya dalam penurunan stunting, peningkatan kesehatan ibu dan anak, kebersihan lingkungan, peningkatan gemar makan ikan, pengembangan UMKM, pendidikan reproduksi remaja, dan penundaan usia perkawinan
Ketika menjadi Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan, mendampingi sang suami, Asip Kholbihi, Bupati Pekalongan periode 2016-2021, Munafah menggelar berbagai program inovasi dalam empat tahun. Program tersebut antara lain Gerakan Masyarakat Stop Kematian Ibu dan Anak (GEMA SETIA), Gerakan Gotong Royong Hidup Bersih dan Sehat (GENTONG HEBAT), Gerakan Menanam, Makan Sayur, Makan Ikan, Buah, Anak Indonesia Kreatif (GEMMAS MAKIN BAIK) dan untuk mendukung program tersebut, dirinya menjalin kerja sama dengan beberapa pihak dan kementrian.
Tak berlebihan, saat itu ia menerima penghargaan sebagai Perempuan Inspirasi Indonesia Kategori Penggiat Sosial dari Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI).
Berkat berbagai kegiatan sosial yang dilakukan, Munafah dinobatkan sebagai penerima penghargaan Anugerah Perempuan Indonesia (API) 2023. “Saya terkesan dengan penghargaan API ini. Saya melihat bahwa Indonesia banyak mempunyai perempuan-perenpuan hebat dan sepatutnya pemerintah dapat memberikan apresiasi untuk bisa melahirkan perempuan-perenpuan hebat lainnya,” ujarnya.

Ajang Penghargaan Anugerah Perempuan Indonesia IX 2023 sendiri merupakan sebuah reward bagi para perempuan Indonesia yang memiliki inovasi, kepemimpinan dan juga keteladanan. Tahun ini sejumlah 17 perempuan dari berbagai kalangan dan latar belakang terpilih dalam ajang Anugerah Perempuan Indonesia IX 2023 yang diselenggarakan oleh Economic Review dan Yayasan Anugerah Perempuan Indonesia. Tema yang diangkat adalah ‘Perempuan Pemimpin Bersatu Membangun Negeri Menuju Indonesia Emas 2045’.
Kini, ia tak berhenti berkegiatan sosial. Teranyar, ia menjabat sebagai Ketua Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI) Pekalongan Raya periode 2022-2027. PBI merupakan organisasi perempuan, yang bertujuan memberi ruang bagi perempuan Pekalongan untuk tumbuh, berdaya guna, dan bergerak bersama dalam menjaga keberagaman di Pekalongan Raya. Karena itu, banyak hal yang dapat dilakukan di Pekalongan seperti sosialisasi, aspek ekonomi sebagai produsen batik tenun dan konveksi kebaya.
Berbagai program kerja sudah disiapkan Munafah dalam menjalankan organisasi PBI di Pekalongan Raya yang berdampak positif bagi masyarakat. Melestarikan warisan pakaian budaya asli Indonesia. Lalu, akan mengadakan sosialisasi yang menyasar pada berbagai elemen masyarakat dan komunitas dengan tujuan untuk memperkenalkan PBI. Tidak menutup kemungkinan bahwa sosialisasi juga akan diadakan ke sekolah-sekolah.
Munafah Asip Kholbihi berharap, dengan adanya organisasi PBI di Pekalongan menjadikan eksistensi kebaya bisa mengimbangi tren mode busana lain. Karena, kebaya bukan lagi menjadi fashion bagi wanita kalangan ataupun usia tertentu.
Diharapkan, generasi muda bisa mulai melirik kebaya yang bisa dikreasikan sesuai dengan karakternya. Hal itu juga, dapat menjadi upaya dalam melestarikan kebaya yang merupakan warisan budaya Indonesia. Tidak hanya itu, program PBI yang lain diantaranya membantu masyarakat yang kurang mampu. PBI juga diharapkan mempererat tali persaudaraan antar umat beragama.








