Economic Review- Memasuki triwulan III tahun 2021, total laba bersih Bank BUMN mengalami peningkatan cukup signifikan. Total laba bersih Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yang juga telah menyampaikan laporan keuangannya hingga triwulan III mengaku mengalami peningkatan 41,45% secara tahunan (year on year/yoy) dari Rp 33,62 triliun menjadi Rp 47,56 triliun
“Ada sejumlah faktor yang membuat pendapatan bunga bersih bank BUMN dan BCA tumbuh. Salah satunya, beban bunga yang lebih rendah secara signifikan. Alasan lain, karena pendapatan non-bunga yang lebih tinggi,” kata Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Handiman Soetoyo, belum lama ini.
Handiman menilai, kredit akan terus tumbuh. Ini karena data PMI (Purchasing Managers Index) Manufaktur melonjak ke rekor tertinggi 57,2 pada Oktober. “Kami memperkirakan pertumbuhan pinjaman berlanjut, didukung oleh peningkatan lebih lanjut dalam mobilitas dan kegiatan ekonomi. Sedangkan kualitas kredit sejumlah bank tercatat menurun, terlihat dari kenaikan rasio kredit seret alias non-perfing loan (NPL),” ungkapnya.
Dalam laporan keuangannya, Bank Mandiri (Persero) membukukan laba bersih paling besar, yakni Rp 19,22 triliun. Nilainya tumbuh 37,08% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 14,02 triliun.
Sedangkan laba bersih Bank Rakyat Indonesia (Persero) atau BRI meningkat 34,73% menjadi Rp 19,07 triliun. Pada kuartal III tahun lalu, besarannya Rp 14,15 triliun dan melebihi Bank Mandiri. BUMN lainnya yakni Bank Negara Indonesia (Persero) atau BNI membukukan laba bersih Rp 7,74 triliun. Angkanya tumbuh 79,31% dari Rp 4,32 triliun. Pertumbuhan ini merupakan yang tertinggi dibanding Himbara lain.
Selanjutnya laba bersih Bank Tabungan Negara (Persero) BTN mencapai Rp 1,51 triliun. Nilainya naik 35,27% dibandingkan kuartal III 2020 Rp 1,12 triliun.
Meski begitu, laba bersih masing-masing anggota Himbara tersebut masih di bawah Bank Central Asia (BCA).Keuntungan bank swasta ini naik 15,79% dari Rp 20,03 triliun menjadi Rp 23,19 triliun.
Pertumbuhan laba bersih keempat bank BUMN dan BCA ditopang oleh pendapatan bunga bersih. Rinciannya sebagai berikut:
- BRI melesat 27,91% yoy dari Rp 56,04 triliun menjadi Rp 71,69 triliun
- Bank Mandiri tumbuh 26,46% yoy dari Rp 42,16 triliun menjadi Rp 53,31 triliun
- BNI meningkat 17,64% yoy dari Rp 24,39 triliun menjadi Rp 28,69 triliun
- BTN melonjak 30,2% yoy dari Rp 6,72 triliun menjadi Rp 8,75 triliun
- BCA naik 3,32% yoy dari Rp 40,8 triliun menjadi Rp 42,15 triliun


