Economic Review
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT
No Result
View All Result

Subscribe Newsletter

Economic Review
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT
No Result
View All Result
Economic Review
No Result
View All Result

BPDP-KS Perkuat Kemitraan Petani Kelapa Sawit

by Yusniar
August 1, 2021
in BERITA TERKINI, EKONOMI & BISNIS
130 8
0
GAPKI Dukung Program Percepatan Peremajaan Sawit Rakyat
Share on FacebookShare on Twitter

EconomicReview – Banyak persoalan yang melingkupi usaha kelapa sawit di Indonesia. Bagi petani, pengembangan perkebunan kelapa sawit masih saja menghadapi kendala. Namun yang perlu adalah bagaimana mendorong kemitraan dengan cepat dan terukur dari manfaat kemitraan tersebut.

Kendati masih banyak persoalan lainnya, namun petani kelapa sawit di Indonesia merupakan aktor penting yang patut mendapatkan dukungan besar. Lantaran, kepemilikan lahan perkebunan kelapa sawit mencapai 42% dari total luas lahan yang dikembangkan di Indonesia.

Kemitraan petani sawit juga membutuhkan dukungan BPDP-KS guna mendorong penguatan kelembagaan petani sawit selama ini. Keberadaan petani masih membutuhkan dukungan dari banyak pihak untuk membangun kelembagaan, kemitraan yang sejajar dan bantuan permodalan dari perbankan serta asosiasi seperti GAPKI dan SPKS, guna membangun kebun sawit berkelanjutan.

Direktur Penyaluran Dana BPDP-KS Edi Wibowo mengatakan, dalam mendukung kemitraan kelapa sawit pihaknya telah menerapkan tiga prinsip kemitraan strategis. Pertama, program kemitraan untuk pemberdayaan pekebun dalam penanganan dampak Covid-19.

Hal ini sudah dilakukan, mulai dari produksi sabun cair, hand sanitizer, produksi virgin oil dan produk turunannya sebagai makanan sehat dan personal care product yang terjangkau masyarakat luas. Kemudian untuk ketahanan energy tingkat pedesaan dilakukan pembuatan bahan bakar dari biomasa sawit untuk keperluan sendiri dan desa sekitar.

“Untuk ketahanan pangan tingkat pedesaaan dilakukan pengelolaan lahan sawit untuk tanaman tumpang sari dalam rangka memenuhi kebutuhan pangan sendiri dan desa sekitar,” kata Edi dalam FGD Sawit Berkelanjutan Vol 9, bertajuk “Peran BPDPKS dalam Memperkuat Kemitraan Pekebun Kelapa Sawit Indonesia” pada Kamis (29/07/2021).

Selanjutnya kedua, program kemitraan untuk pemberdayaan pekebun terkait  integrasi dengan industri hidrokarbon. Ketiga, program kemitraan terkait peremajaan sawit rakyat dalam kemitraan strategis. “Model kemitraan strategis dengan dukungan perusahaan mitra meliputi bibit unggul bersertifikat, teknis budidaya berkelanjutan, jaminan pembelian, akses pendanaan mudah & kompetitif, kesempatan pekebun bekerja di koperasi dan transpatasni,” ujarnya.

Dengan menerapkan program kemitraan berbasis karakteristik usaha tersebut, bisa memberikan jaminan pasar bagi Tandan Buah Segar (TBS) sawit pekebun swadaya, memberikan akses petani swadaya untuk memperoleh bibit dan pupuk berkualitas.

Selain itu, memberikan bimbingan teknis peningkatan produksi dan mutu TBS sesuai standar industri kelapa sawit. Kemudian memberikan bimbingan teknis pola usaha tani/berkebun yang baik (Good Agriculture Practices) dan berkelanjutan. “Semua ini akan meningkatkan nilai tambah produk sawit sehingga akan meningkatkan kesejahteraan pekebun,” tandas Edi.

Sementara itu, Sekjen Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Mansuetus Darto mengatakan, secara nyata kemitraan memang sangat dibutuhkan pekebun sawit, khususnya petani swadaya dimana mayoritas petani swadaya belum bermitra dengan perusahaan. Sedangkan pekebun plasma, umumnya sudah mempunyai orang tua asuh yakni perusahaan inti.

Persoalan yang dialami pekebun swadaya adalah produktivitas tanaman rendah. Hal ini karena banyak pekebun swadaya yang menggunakan bibit tidak unggul, pengetahuan petani juga masih rendah, dam tidak mendapat pendampingan dari pemerintah.

Di sisi lain, anggaran dari pemerintah juga minim untuk memberikan pendampingan kepada pekebun swadaya. Kelembagaan petani juga tidak ada sehingga menyulitkan pendampingan dan kemitraan. “Banyak petani yang tidak mau berorganisasi karena ada trauma dalam berorganisasi. Kenapa petani tidak mau bermitra? Karena kerap petani disalahkan,” katanya.

Bahkan Darto menilai, petani kini sudah mengerti dan paham situasi. Mereka juga sudah bisa menghitung resiko keputusan bermitra atau tidak bermitra. Kadang yang dialami pekebun, harga TBS dari PKS kerap berbeda jauh dengan yang tidak bermitra. Dengan demikian, petani melihat resiko ekonomi. Karena itu, Darto berharap ada kebijakan yang menjadi payung di lapangan dalam kemitraan. “Perlu langkah revolusioner pemerintah untuk mengatasi masalah kemitraan. Pendataan dan pendampingan harus dilakukan,” tegasnya.

Previous Post

GAPKI Dukung Program Percepatan Peremajaan Sawit Rakyat

Next Post

Uni-Charm Luncurkan Konsep New Lifestyle Ethical Living for SDGs

Related Posts

EUDR Tak Halangi Penggunaan Produk Furnitur Berkualitas
Uncategorized

EUDR Tak Halangi Penggunaan Produk Furnitur Berkualitas

September 28, 2026
Mekari Jurnal Dorong Bisnis Beralih dari‎ Kontrol Stok ke Profitabilitas
FINANSIAL

Mekari Jurnal Dorong Bisnis Beralih dari‎ Kontrol Stok ke Profitabilitas

September 17, 2026
Hutama Karya,Top 5 Human Capital Award 2026 Kategori Public Company
BERITA TERKINI

Hutama Karya,Top 5 Human Capital Award 2026 Kategori Public Company

August 21, 2026
Mayapada Healthcare Group Raih Top 7 Human Capital Award 2026 Kategori Private Company
BERITA TERKINI

Mayapada Healthcare Group Raih Top 7 Human Capital Award 2026 Kategori Private Company

August 21, 2026
Tiket.Com Boyong 3 Penghargaan Human Capital Award 2026 Sebagai Pencapaian Apik
BERITA TERKINI

Tiket.Com Boyong 3 Penghargaan Human Capital Award 2026 Sebagai Pencapaian Apik

August 21, 2026
Bumi Berkah Boga Bawa Pulang 2 Penghargaan Human Capital Award 2026, Kategori Platinum Award
BERITA TERKINI

Bumi Berkah Boga Bawa Pulang 2 Penghargaan Human Capital Award 2026, Kategori Platinum Award

August 21, 2026
Next Post
Uni-Charm Luncurkan Konsep New Lifestyle Ethical Living for SDGs

Uni-Charm Luncurkan Konsep New Lifestyle Ethical Living for SDGs

Recent Posts

  • EUDR Tak Halangi Penggunaan Produk Furnitur Berkualitas
  • Mekari Jurnal Dorong Bisnis Beralih dari‎ Kontrol Stok ke Profitabilitas
  • Hutama Karya,Top 5 Human Capital Award 2026 Kategori Public Company
  • Mayapada Healthcare Group Raih Top 7 Human Capital Award 2026 Kategori Private Company
  • Tiket.Com Boyong 3 Penghargaan Human Capital Award 2026 Sebagai Pencapaian Apik
  • Sah! MA Batalkan Kenaikan Iuran BPJS
  • Ketat Jaga Risk Manajemen, Maybank Finance Kembali Raih Penghargaan Indonesia Enterprise Risk Management Award 2025
  • Terapkan GCG, BPR Sukabumi Jadi Mitra Usaha Andalan Masyarakat
  • KKP Bersama Kemenkop UKM Kembangkan Konsep Smart Fisheries Village

TENTANG KAMI

REDAKSI

BERIKLAN

KONTAK KAMI

© 2020 Economic Review - Powered by Webcorner.id

No Result
View All Result
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT

© 2020 Economic Business Review - Powered by Webcorner.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
sponsored