EconomicReview – Dalam rangka penerapan manajemen risiko pada PT. Bank Pembangunan Daerah Bali (Bank BPD Bali) telah dibentuk Satuan Kerja Manajemen Risiko yaitu Divisi Manajemen Risiko dan
Kepatuhan (Divisi RMK) yang independen terhadap satuan kerja operasional (risk
taking unit), yang bertanggung jawab langsung kepada Direktur Kepatuhan.
Dalam rangka penyusunan profil risiko satuan kerja operasional telah
menginformasikan eksposur risiko yang melekat pada satuan kerja yang
bersangkutan kepada Divisi RMK secara berkala.
Tata kelola perusahaan yang baik dirasakan semakin penting seiring dengan meningkatnya risiko bisnis dan tantangan yang dihadapi oleh industri perbankan. Dengan mengutamakan penerapan pelaksanaan GCG serta manajemen risiko yang baik, PT Bank Pembangunan Daerah Bali diharapkan dapat terhindar dari dampak buruk krisis perekonomian global.
Penerapan GCG secara konsisten akan memperkuat posisi daya saing perusahaan, memaksimalkan nilai perusahaan, mengelola sumber daya dan risiko secara lebih efisien dan efektif, yang pada akhirnya akan memperkokoh kepercayaan pemegang saham dan stakeholders, sehingga PT Bank BPD Bali dapat beroperasi dengan baik dan tumbuh secara berkelanjutan dalam jangka panjang.
Bank yang memiliki visi menjadi Bank yang Kuat, Berdaya Saing Tinggi, dan Terkemuka dalam Melayani UMKM serta Berkontribusi bagi Pertumbuhan Perekonomian Daerah ini baru saja menambah koleksi penghargaan dengan meraih 1st – The Best Indonesia Enterprises Risk Management IV-2021 – Category : BPD – BUKU 2 – Asset 15 T s/d < Rp. 25 T dari Majalah Economic Review yang bekerjasama dengan Indonesia Asia Institute.
Raihan prestasi tersebut setelah melalui proses panjang yakni penilaian dewan juri dengan melihat annual report, data publik, website perusahaan serta wawancara via aplikasi zoom.
Hadir secara virtual menerima penghargaan dari Majalah Economic Review, Sutela Negara selaku Direktur Kepatuhan PT Bank Pembangunan Daerah menyampaikan rasa terima kasih atas apresiasi yang diberikan.
“Mewakili Bank BPD Bali, Saya ingin berterima kasih atas apresiasi yang diberika kepada Kami dari Majalah Economic Review. Terima kasih pula untuk seluruh Dewan Juri yang telah mempercayai Kami atas penghargaan ini. Ini adalah pencapaian berkat kerjasama tim yang solid,” pungkas nya.

Hadir pula dalam acara penghargaan memberikan Keynote Speech Kepala OJK Institute, Agus Sugiarto, Wakil Ketua Perhimpunan Penggiat Tatakelola, Risiko dan Kepatuhan Indonesia Alan Yazid, BBus, MBA, Direktur Bank, Direktur BUMN serta Direktur Perusahaan TBK. Penyerahan Penghargaan Indonesia Enterprises Risk Management-IV‐2021 ( IERMA‐IV‐2021), terdiri dari beberpa kategori perushaan peraih penghargaan, yakni Multifinance, Asuransi, BUMN, Anak BUMN , Perusahaa TBK / Publik ( Non Finance), Bank BUKU 4-3-2-1(diluar Bank Syariah, BPD, BPR), Bank Syariah, BPD, BPR.
Dalam penghargaan IERMA-IV-2021 kali ini Bank BNI Tbk dinobatkan sebagai Best of The Best of Year, serta diikuti oleh perusahaan pemenang lainnya diantaranya: Maybank Finance, BRI Life, Pelabuhan Tanjung Priok, Bank Jatim Tbk, Bank BPD Bali, Bank DBS Indonesia, Bank BPR Jatim, BNI Multifinance, Jasa Raharja, Bank Jateng, Bank BTN Tbk, Adhi Persada Gedung, Bank Permata, Bank BJB Syariah, Bank DKI, Bank Banten Tbk dan Indonesia Kendaraan Terminal Tbk.
Pakar Risk Management, dosen dan praktisi, sekaligus Ketua Dewan Juri IERMA-IV-2021 DR. Dewi Hanggraeni, SE, MBA., mengatakan bahwa mayoritas perusahaan di Indonesia sudah menerapkan manajemen risiko, bahkan pada sektor keuangan di bawah naungan OJK, seperti perbankan, asuransi, dan multifinance sudah menerapkan, hanya tingkatannya yang berbeda.
“Dewan juri mengharapkan keteladanan perusahaan pemenang tersebut dapat menjadi benchmarking bagi dunia usaha di Indonesia menuju perusahaan kelas Dunia. Namun dengan adanya ujian yang belum usai, semua perusahaan harus terus meningkatkan dan memperkuat penerapan manajemen risiko secara komprehensif, masih banyak “PR” yang harus dibangun dan disempurnakan secara terus menerus, ditambah pula dengan perubahan kondisi sangat cepat. Semoga apresiasi ini dapat terus mendorong perusahaan-perusahaan di Indonesia agar “ menerapkan manajemen risiko di semua lini usaha secara komprehensif dan terintegrasi dengan melakukan Penguatan Risk Awareness dalam menghadapi Future Business Disruption”, tutup Dewi Hanggraeni.


