EconomicReview – Dalam rangka memperingati Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember 2021, Perempuan Pemimpin Indonesia (PP) dan Economic Review menggandeng Gerai Lengkong dan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan menggelar acara ‘One Daya Sharing’ bertajuk “100 UMKM Perempuan yang Mandiri, Kuat dan Berdikari”.
Acara yang berlangsung di Hotel Sapphire Sky, BSD, Tangerang Selatan ini dihadiri sekitar 136 pengusaha UMKM perempuan yang berlokasi di Tangerang Selatan. Hadir sebagai pembicara antara lain Walikota Tangerang H Benyamin Davnie; Ketua Umum Perempuan Pemimpin Indonesia Hj Irlisa Rachmadiana; Pendiri Gerai Lengkong Hj Lista Hurustiati; Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM Siti Azizah; Direktur Bisnis LPBD Direktorat Bisnis Kementerian Koperasi dan UKM Krisdianto Soedarmono; President & CEO Tekmer, Turki Prof Dr Mehmet Naci, serta Direktur 360Kredi Suhartono.
Dalam sambutannya, Ketua Umum Perempuan Pemimpin Indonesia (PPI) Hj Irlisa Rachmadiana mengatakan bahwa perempuan merupakan ujung tombak kesuksesan UMKM di Indonesia. Dengan digelarnya acara ‘One Day Sharing’ bersama pelaku UKM di Tangerang Selatan, diharapkan menjadi momentum untuk saling mendukung, saling menguatkan, saling berbagi, saling menginspirasi, dan saling memotivasi. Karena, hanya dengan saling berdaya dan memberdayakan satu sama lain, perempuan dapat mencapai kemajuan bersama.

Acara yang berlangsung baik offline maupun online ini sekaligus sebagai langkah awal untuk mulai bangkit lagi di tengah pandemi yang belum berakhir. Pandemi Covid-19 telah berdampak langsung pada pelaku usaha, khususnya UMKM perempuan, seperti omset yang menurun drastis, hingga usaha yang terpaksa harus ditutup. Hal ini turut mempengaruhi psikologis dari para pelaku UMKM karena lesunya penjualan produk.
“Saya memberikan apresiasi tinggi kepada Pemkot Tangerang Selatan dan Gerai Lengkong yang memberikan dukungan penuh kepada pengusaha perempuan yang berada di kawasan Tangerang Selatan. Semoga dukungan serupa juga diberikan oleh pemerintah daerah lainnya sehingga pengusaha perempuan akan semakin maju,” ujarnya.
Perempuan Pemimpin Indonesia (PPI) juga mendukung para wanita yang menjadi pengusaha. Dukungan ini berupa pelatihan, hingga pendampingan. “Saatnya perempuan bangkit dan tunjukkan bahwa terlahir perempuan tidak akan mematikan langkah mengejar mimpi dan cita-cita, terus melangkah tanpa ragu untuk menjadi pengusaha perempuan sukses,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Irlisa juga mengajak seluruh peserta yang hadir baik offline maupun online, untuk terus mendukung para pelaku usaha perempuan. Caranya dengan turut berbelanja dan mempromosikan produk-produk UKM pengusaha perempuan.
“Saya yakin secara kualitas, produk UMKM perempuan ini tidak kalah dengan produk-produk pabrik, juga produk impor. Meski demikian, jika kualitasnya belum memuaskan, berilah masukan, pendapat, dan kritik yang membangun bagi para pelaku usaha. Dengan begitu, kita bersama-sama turut berkontribusi demi kemajuan perempuan Indonesia, dan juga kesejahteraan bangsa,” tandasnya.
Irlisa menegaskan, dengan peringatan Hari Ibu merupakan momentum bagi semua perempuan bangsa yang ingin Mandiri, Kuat dan Berdikari, tanpa memandang usia dan latar belakang termasuk perempuan yang berjuang menjadi pahlawan ekonomi Indonesia melalui beragam produk UMKM.
Sebagai pembicara utama (Keynote speaker) Walikota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menegaskan bahwa Pemerintah Kota Tangerang Selatan sangat mendukung keberadaan para pengusaha perempuan. Bahkan, peran mereka sangat dinanti kiprah dan perannya terutama dalam memajukan perekonomian, baik keluarga maupun daerah.
“Pertama, saya ingin mengucapkan Selamat Hari Ibu. Kedua, saya melihat bahwa ibu-ibu ini tidak ada matinya dari sisi kreatif, ide-ide out the box selalu hadir terutama dalam menjalankan dan mengembangkan usaha. Salut saya buat ibu-ibu,” ujarnya.
Karena itu, ujar Davnie Pemkot Tangserang Selatan yang menjalankan 4 fungsi antara lain sebagai Kota Hunian, Kota Pendidikan, Kota Perdagangan dan Kota Jasa, sangat menanti sepak terjang kaum perempuan ini dalam berbisnis. Di sisi lain, penduduk Tangerang Selatan yang berjumlah sekitar 17 juta, ada sebanyak 65% yang berusia produktif, usia 15-64 tahun. “Pangsa pasar yang besar ini menjadi modal utama bagi pengusaha perempuan untuk mengembangkan bisnisnya, baik UMKM maupun non UMKM,” ujarnya.
Di sisi lain, Davnie memaparkan bahwa PPKM Kota Tangerang Selatan kini sudah berada di level 1. Penerapan PPKM level 1 di Tangsel berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) No. 67 Tahun 2021 tentang PPKM Level 3, 2, dan 1, Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali. Aturan tersebut dilaksanakan mulai 14 Desember 2021-3 Januari 2022.
Itu artinya, roda perekonomian mulai bergerak, mulai bangkit kembali, meski tetap menjalankan Prokes yang ketat. Kegiatan pada pusat perbelanjaan, mal, dan, pusat perdagangan dapat dibuka dengan kapasitas maksimal 100 persen dan operasionalnya masimal hingga pukul 22.00 WIB. Bioskop dapat beroperasi dengan maksimal kapasitas 70 persen, anak di bawah 12 tahun diizinkan masuk bioskop dengan didampingi orangtua, konter makanan di bioskop diizinkan beroperasi maksimal kapasitas 75 persen.
Fasilitas umum diizinkan beroperasi maksimal pengunjung 75 persen. Kegiatan di pusat kebugaran diizinkan beroperasi maksimal pengunjung 75 persen. “Ini merupakan kabar gembira bagi masyarakat Kota Tangerang Selatan, khususnya para pelaku UMKM yang jumlahnya mendominasi dalam kegiatan bisnis di Kota Tangsel.,” ujarnya. “Saya menegaskan bahwa peran ibu-ibu juga sangat vital, terutama dalam mendorong keluarganya untuk ikut vaksin dan menjalankan protokol kesehatan yang ketat.”








