EconomicReview-Seberapa Besar Perubahan Kepemimpinan Berdampak pada Perusahaan? Good Corporate Governance (GCG) adalah prinsip tata kelola perusahaan yang baik, yang dibangun untuk menciptakan kepercayaan stakeholder terhadap perusahaan. Prinsip ini diambil dari good governance atau tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan.
“Dalam konteks tahun politik 2024 dengan perubahan kepemimpinan yang mungkin berdampak pada perusahaan dan bisnis nasional, implementasi GCG dapat menjadi kunci untuk memitigasi risiko dan memastikan keberlanjutan bisnis,” demikian disampaikan Dr. Dewi Hanggraeni, MBA selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis & Fakultas Komunikasi dan Diplomasi Universitas Pertamina dalam presentasi di Jakarta (22/2/2024).
“Karena itulah, penting bagi perusahaan untuk secara proaktif mengidentifikasi, mencegah, dan menanggulangi potensi pelanggaran terhadap prinsip GCG,” imbuhnya.
Pelaksanaan GCG berlandaskan pada lima prinsip, yaitu keterbukaan (transparency), akuntabilitas (accountability), pertanggungjawaban (responsibility), independensi (independency), dan kewajaran (fairness) atau lebih dikenal dengan singkatan TARIF.
Adapun beberapa manfaat dari pelaksanaan Good Corporate Governance bagi perusahaan adalah sebagai berikut.
1.Memberikan perlindungan pada seluruh pemangku kepentingan terkait mitigasi risiko bisnis untuk jangka panjang.
2.Meningkatkan kredibilitas perusahaan di mata stakeholder dan juga pelanggan.
3.Meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan produktivitas penggunaan sumber daya perusahaan.
4.Meningkatkan kepercayaan investor dan calon investor.

Lantas, bagaimana penerapan GCG di tahun politik 2024?
Dr. Dewi menyebutkan bahwa penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) pada tahun politik 2024 dapat memiliki dampak yang signifikan terhadap kelangsungan bisnis perusahaan. Beberapa dampak yang mungkin terjadi adalah sebagai berikut:
1. Meningkatkan Kepercayaan Pemangku Kepentingan. Praktik GCG yang kuat dapat meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan, termasuk investor, pelanggan, karyawan, dan masyarakat umum.
2. Mengurangi Risiko dan Ketidakpastian Peningkatan Akses ke Modal dan Investasi. GCG yang baik dapat membantu perusahaan mengelola risiko yang terkait dengan perubahan kebijakan politik, ketidakstabilan ekonomi, atau gejolak pasar yang mungkin terjadi.
3.Memperkuat Reputasi dan Brand Image. GCG yang baik cenderung lebih menarik bagi investor dan pemodal potensial. Praktik GCG yang konsisten mencerminkan komitmen perusahaan terhadap integritas, transparansi, dan tanggung jawab sosial.
4. Meningkatkan Efisiensi Operasional. Struktur pengawasan yang kuat dan kebijakan yang jelas yang terkait dengan GCG dapat membantu meningkatkan efisiensi operasional dan produktivitas perusahaan.
Sementara itu, beberapa tantangan dari penerapan GCG bagi bisnis/perusahaan pada tahun politik adalah:Ketidakpastian Kebijakan, Adanya Pengaruh Kepentingan, Politik Politik Uang dan Korupsi., Ketidakstabilan Ekonomi dan Ketidakpastian Investasi
Risiko Geopolitik dan Risiko Pasar
Melihat sejumlah tantangan tersebut, maka upaya meningkatkan penerapan GCG pada bisnis di tengah tahun politik memerlukan strategi yang cermat dan komitmen yang kuat. Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan penerapan GCG pada tahun politik seperti saat ini, di antaranya:
1.Komunikasi yang Terbuka.
2. Pendidikan dan Pelatihan tentang pentingnya GCG.
3.Penguatan Struktur Pengawasan Penyempurnaan Kebijakan dan Prosedur.
4.Pemantauan Risiko (terkait perubahan politik yang berpengaruh pada bisnis)
5.Komitmen Kepemimpinan.Evaluasi dan Perbaikan Berkelanjutan.








