Economic Review- Tren dilakukannya merger antar industri telekomunikasi terus bergulir di Indonesia. Setelah sebelumnya terjadi merger antara Indosat Ooredoo dengan Hutchison 3 Indonesia (H3I), kini dalam waktu dekat XL Axiata berencana mengakuisisi Link Net.
“Merger dan akuisisi di industri telekomunikasi adalah suatu keniscayaan. Langkah ini menyehatkan perusahaan telekomunikasi. Merger mengoptimalkan sumber daya operator. Merger XL Axiata dan Link Net misalnya, akan memberikan dampak kenaikan jumlah pelanggan fixed broadband XL Axiata. Dan bentuk bisnis anak usaha Axiata Bhd ini akan menyamai bisnis Telkom Indonesia,” ujar Research Analyst MNC Sekuritas, Andrew Sebastian Susilo dalam keterangan tertulis, kemarin.
Ia juga menilai, akuisisi Link Net oleh XL diharapkan akan semakin meningkatkan kecepatan mobile internet XL Axiata. Konsolidasi ini diharapkan mengurangi perang harga antarperator,. Sehingga mereka memiliki kemampuan menggelar jaringan dan meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.
Sebastian berharap, pemerintah membuat aturan agar operator tak lagi melakukan perang harga. “Harga layanan data di Indonesia termasuk yang terendah di dunia. Agar data yield tak semakin terperosok, pemerintah sebaiknya membuat aturan batas atas dan bawah layanan telekomunikasi,” imbuhnya.
Industri telekomunikasi dan informatika saat ini telah menjadi salah satu penggerak perekonomian nasional. Di masa pandemi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, di tahun 2020, telekomunikasi
menyumbang 4,51% produkt domestik bruto (PDB) Indonesia. Padahal tahun sebelumnya kontribusi industri ini hanya menyumbang 3,96% dari PDB Indonesia.








