Economic Review- Polemik kondisi keuangan beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih menjadi sorotan. Bahkan kali ini sorotan tajam datang dari Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR, kemarin.
Dikatakan Menkeu, dari 68 persen BUMN yang menerima penyertaan modal negara (PMN) kemungkinan bangkrut. Hal tersebut berdasarkan laporan keuangan BUMN penerima PMN yang kemudian diolah dengan metode Altman Z-Score, yaitu suatu metode yang dilakukan untuk memprediksi kebangkrutan.
“Untuk Altman Z-Score dari sisi distress atau kemungkinan bangkrut ada 68 persen dari BUMN kita itu dan 32 persennya kategori aman,” ungkap Sri Mulyani.
Sri Mulyani juga melaporkan lebih dari setengah BUMN yang menerima PMN memiliki utang jumbo atau di atas rata-rata industrinya. Ini dilihat melalui debt to equity versus industri. “Yang merah itu (55 persen) adalah di atas rata-rata. Jadi artinya, BUMN kita 55 persen debt-nya, utangnya, di atas rata-rata dari industri di mana mereka berada,” katanya.
Menkeu kembali menjelaskan, bahwa pihaknya akan terus memperhatikan kinerja BUMN yang mendapat suntikan modal negara. Sehingga ke depan keuangan BUMN tersebut tetap sehat. “Ini salah satu yang buat kita perhatikan, makanya sebagian besar, di mana scale down atau dilakukan PMN dan menyehatkan kembali agar tidak over laverage,” pungkasnya.








