EconomicReview-Sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang mendukung peningkatan perekonomian di negeri ini. Salah satu sektor tersebut adalah komoditas jahe merah yang memiliki
potensi pasar yang terbuka baik di pasar nasional maupun di pasar global.
Seiring dengan makin berkembangnya industri makanan dan minuman, juga berkembangnnya perusahaan jamu dalam negeri, jahe merah menjadi komoditas penting yang dibutuhkan sebagai bahan dasar pembuatan makanan, jamu maupun obat herbal lainnya.
Melihat potensi ini, Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) meresmikan program Pembinaan Komoditas Jahe Merah yang melibatkan 30 petani binaan YDBA di Desa Hariang, Kabupaten Lebak, Banten (20/11). Peresmian ditandai dengan adanya penandatanganan komitmen bersama oleh YDBA diwakili Kepala Departemen Planning & Development YDBA Edison Monoarfa, Kepala Desa Hariang, Kabupaten Lebak, Banten diwakili oleh Rapei dan UMKM Pilot Binaan YDBA Atim disaksikan langsung secara virtual oleh Ketua Pengurus YDBA Sigit P. Kumala, Kepala Dinas
Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak, Banten Rahmat Yuniar, SP. M. Si, Head of BINA PT
Bintang Toedjoe Sari Pramadiyanti dan Head of Environment and Social Responsibility Division PT
Astra International Tbk Diah Suran Febrianti.

Hadir pula dalam acara, yaitu Camat Sobang Kabupaten Lebak, Banten H. Rosyid, S. IP., Kapolsek
Sobang AKP Saeful Bahri, Danposmil Sobang Serka Apid, Sekretaris Pengurus YDBA Ida R. M. Sigalingging dan Bendahara Pengurus YDBA Handoko Pranoto dan UMKM Pilot Binaan YDBA Hendra.
Sesuai dengan sambutan yang disampaikan Ketua Pengurus YDBA dalam acara tersebut, peresmian program pembinaan ini dilakukan sebagai komitmen YDBA dalam berkontribusi menjadikan petani jahe merah mandiri, naik kelas hingga siap memasarkan produknya ke kancah internasional.
“Peresmian program pembinaan ini juga diselenggarakan untuk menjaga dan meningkatkan semangat UMKM agar terus konsisten menjalankan program-program yang mendukung peningkatan wawasan maupun keterampilan dalam menghasilkan produk sesuai dengan standar quality, cost dan delivery (QCD),” jelas Sigit.
Ke depan Sigit berharap, program pembinaan ini dapat lebih banyak melibatkan petani lainnya, sehingga akan lebih banyak petani yang dapat mandiri dan naik kelas.
Sebelumnya, pada 1 September 2020, YDBA bersama PT Bintang Toedjoe (Kalbe Group) telah berkomitmen dengan menandatangani MoU terkait pembinaan dan pemasaran produk jahe merah yang dihasilkan oleh petani binaan YDBA di Desa Hariang, Kab. Lebak, Banten.
Dalam komitmen tersebut, PT Bintang Toedjoe memberikan pelatihan teknis dan membeli produk petani sesuai dengan standar QCD yang ditetapkan, sedangkan YDBA memastikan petani tersebut
menghasilkan produk yang sesuai QCD dengan melakukan pembinaan secara manajerial dan memonitoring kegiatan petani secara rutin.
Adapun pembinaan yang telah dilakukan sampai saat ini adalah Pelatihan Basic Mentality, Pelatihan dan Pendampingan Pembukuan Sederhana, Pelatihan Teknis Budidaya Jahe Merah, dan Pelatihan Penanaman Jahe Merah.








