EconomicReview-Untuk kesekian kalinya, Bank Mega Syariah yang berada dibawah naungan CT Corp meraih penghargaan bergengsi The Best Indonesia Enterprises Risk Management Award (IERMA VI-2024) dari media Economic Review yang diadakan di Hotel Amos Cozy, Kamis, 18 Januari 2024 lalu. . Penghargaan ini berdasarkan penilaian juri terhadap kinerja Risk Management, Finance dari data perusahaan yang diperoleh dari website, Annual Report 2022, laporan keuangan 2022 yang telah dipublikasikan.
Penilaian dilakukan oleh dewan juri yang terdiri dari Dr. Dewi Hanggaraeni, MBA, CA, CACP (Dekan FEB dan FKD Universitas Pertamina, Ketua Umum Perhimpunan Penggiat Tatakelolaa, Risiko dn Kepatuhan) serta anggotanya Alan Yazid Bbus, MB (Wakil Ketua Perhimpunan Penggiat Tatakelola, Risiko dan Kepatuhan Indonesia).
Dalam laporan keuangan tahun 2022, tercatat banyak kenaikkan yang cukup signifikan berhasil dicapai oleh Bank Mega Syariah sepanjang tahun 2022. Diantaranya aset yang tumbuh 14,45%, surat berharga yang dimiliki meningkat hingga 80,04%,, pedanaan naik 15,67, tabungan 37,67 %. Bahkan untuk penampatan pada bank lain, penigkatannya cukup signifikan yaitu 291,18%.
Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi sepanjang tahun 2022, BMS masih dapat membukukan kinerja yang baik tercermin dari rasio keuangan yang beberapa diantaranya berada di atas rata-rata industri. ROA BMS sebesar 2,59% berada di atas rata-rata Bank Umum di Indonesia sebesar 2,43%. NIM BMS sebesar 5,63% berada di atas NIM rata-rata Bank Umum sebesar 4,71%.BMS juga semakin efisien, ditandai dengan BOPO BMS yang saat ini sebesar 67,33%, lebih baik dari rata-rata Bank Umum sebesar 78,65%. Dari aspek permodalan, BMS juga memiliki CAR sebesar 26,99% yang lebih baik dari rata-rata industri yang sebesar 25,66%
Dalam laporan keuangan juga dipaparkan jika Bank Mega Syariah berkomitmen untuk menjadi lembaga keuangan terkemuka melalui konsistensi dalam memberikan layanan solusi keuangan yang komprehensif dan inovatif sesuai kebutuhan pasar. Dinamika tahun 2022 yang diisi dengan transisi masa pandemi serta konflik geopolitik Rusia-Ukraina yang memengaruhi perekonomian nasional mendorong Bank Mega Syariah untuk menjadi medium yang berbasis digital demi mempertahankan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Di tahun 2022, Bank Mega Syariah fokus dalam investasi digital sehingga menjadi integrated financial solution atau memberikan solusi keuangan yang terintegrasi kepada masyarakat. Hal ini merupakan upaya Bank Mega Syariah dalam menjawab seluruh kebutuhan nasabah terkait dengan transaksi perbankan dan non perbankan secara komprehensif. Melalui kolaborasi bisnis yang terintegrasi dengan semua pihak yang bergerak di berbagai industri keuangan mendongkrak kapasitas dan kapabilitas Bank Mega Syariah untuk berkontribusi terhadap pertumbuhan perbankan syariah Indonesia.

Dr. H. Anwar Abbas, M.M, M.Ag. Ketua Dewan Pengawas Syariah, dalam laporan tahunan 2022 Bank Mega Syariah menuliskan bahwa dari segi operasional, regulasi perbankan syariah telah memberlakukan peraturan yang sangat ketat, baik dari segi petunjuk pelaksanaan, proses, approval dan lain sebagainya. Konsep pengawasan yang dilaksanakan DPS (Dewan Pengawas Syariah) di sepanjang tahun 2022 dilakukan dengan dua macam yaitu ex ante yang terkait dengan pembuatan kebijakan serta sistem prosedur agar tidak melanggar prinsip-prinsip syariah. Kedua adalah ex post, yaitu pengawasan yang dilakukan atas aturan-aturan yang telah dibuat bersama dengan manajemen. Terkait hal ini DPS melakukan sampling yang dibantu oleh internal audit. Jika masih terdapat pelanggaran terhadap prinsip syariah, DPS dan internal audit pun melaksanakan rapat koordinasi dengan Dewan Komisaris dan Direksi untuk segera memitigasinya.
“Buat yang sudah menang ataupun yang belum beruntung, semoga risk manjemen ini bermanfaat untuk entitas di Indonesia, dimana sudah ada peraturan baru di pemerintah bahwa semua perusahaan harus melakukan Risk manajemen khususnya GRC,”harap Dr. Dewi.








