EconomicReview-Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) resmi menjalin kerjasama dengan PT Eka Cahya Tunas Mitra. Kerjasama ini dimaksudkan untuk mendukung UMKM memasuki pasar online. Komitmen kolaborasi ini ditandai dengan adanya penandatanganan MoU oleh Ketua Pengurus YDBA Sigit P. Kumala, Sekretaris Pengurus YDBA Ida R. M. Sigalingging dan Pemilik PT Eka Cahya Tunas Mitra Tania Seena Cahyono pada tanggal 25 Agustus 2020 di Galeri UMKM YDBA.
Melalui MoU ini YDBA berkomitmen untuk memastikan produk UMKM yang dipasok ke Toko Pasti Puas sesuai dengan standar quality, cost dan delivery (QCD). Sedangkan, Toko Pasti Puas berkomitmen untuk membeli dan memasarkan produk UMKM Binaan YDBA di toko online-nya.
Terhitung sejak Juni 2020 YDBA berkomitmen melakukan kolaborasi dengan salah satu merchant marketplace di Indonesia, yaitu PT Eka Cahaya Tunas Mitra yang memiliki brand, Toko Pasti Puas dan Magvesz. Ada sebanyak
10 UMKM Binaan YDBA dengan 52 jenis produk dipercaya memasok produknya melalui
merchant ini. Toko Pasti Puas sendiri merupakan merchant yang terdaftar di beberapa marketplace, seperti Shopee, Lazada, Bukalapak dan Blibli.
“Pentingnya kolaborasi ini menjadi harapan bersama bahwa langkah kerja sama dengan ECTM sesuai dengan tagline YDBA “Semangat Kolaborasi Wujudkan Harapan”. Kami berharap semangat kolaborasi ini dapat mewujudkan harapan UMKM menuju UMKM Mandiri, naik kelas hingga go global,” ujar Ketua Pengurus YDBA Sigit P. Kumala.

Ia pun menambahkan, dari ke 52 produk yang telah dipasarkan sejauh ini YDBA masih terus memantau mana produk yang sudah laku keras dan mana yang tergolong belum progress. “Untuk yang sudah laku keras maupun yang belum kami terus lakukan evaluasi, nantinya kami akan lihat apa yang sekiranya dibutuhkan. Kami akan kejar mana saja produk yang masih perlu di improve sehingga semua produk itu diminati oleh pelanggan. Kami terus mereview produk dan melihat bagaimana analisis pasarnya,” imbuh Sigit.
Menurut Sekretaris Pengurus YDBA Ida R. M Sigalingging dalam kondisi saat ini, sangat penting membangun kolaborasi dalam pemasaran produk UKM di pasar online. Ida beralasan pentingnya masuki pasar daring bagi UKM dengan cara berkolaborasi adalah pasar sudah terbentuk, tidak perlu modal banyak, fitur dan regulasi sudah terbentuk dengan baik, dan dapat melakukan benchmark dengan pesaing.
Pendiri ECTM Tania Seena Cahyono memaparkan bahwa pihaknya telah lama bekecimpung lama di pasar daring. Nantinya dengan kolaborasi ini, UKM akan mendapat masukan apa saja yang perlu dikembangkan di tiap produk yang dititipkan di toko daringnya.
“Secara umum saat ini customer base Pasti Puas adalah ibu-ibu rumah tangga. Bisa disimpulkan saat ini target market utama kami adalah ibu-ibu. Saat ini kami sudah berjalan enam bulan dan mulai fokus memasarkan beberapa market place, kedepan kami pun terus memperluas pasar yang akan kami jangkau. Untuk saat ini market kami tersebar 40% di areal Jawa Barat, 30% di areal DKI Jakarta, 20% di areal luar Jawa Barat, dan 10% di areal luar pulau Jawa. Yang kami simpulkan disini ternyata pembeli masih tergantung dengan ongkos kirim, karena lokasi kami di Depok, pembeli masih dominan didepok dan sekitarnya, untuk DKI Jakarta ongkirnya otomatis lebih mahal. Untuk itu kedepan kami terus melakukan kerjasama dengan banyak kurir, hal ini kami lakukan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan para customer,” jelas Tania.
Turut hadir pula dalam acara ini, Bendahara Pengurus YDBA, Handoko Pranoto dan salah seorang Pemilik UMKM Aneka Loyang Binaan YDBA di Tarikolot Citeureup Bogor, H. Nuryaman yang turut menyampaikan kesannya selama mendapatkan kesempatan memasok produk Aneka Loyang ke Toko Pasti Puas. Nuryaman mengaku produknya mengalami peningkatan penjualan luar bisa sejak mendapatkan kesempatan memasok produk Aneka Loyang ke Toko Pasti Puas.








