EconomicReview-Wilayah operasional perusahaan perkebunan tidak bisa dipisahkan dari kearifan lokal masyarakat sekitarnya, salah satunya mengenai budaya dan adat istiadat yang terdapat di suatu daerah tertentu. Menyadari itu, Bumitama Gunajaya Agro (BGA) pun ikut berpartisipasi melestarikan serta mensosialisasikan kearifan lokal tersebut kepada karyawan.
Baru-baru ini, BGA Group Kalteng bersama anak perusahaan lainnya menyelenggarakan penyuluhan kepada seluruh karyawan mengenai kearifan local, khususnya budaya dan adat istiadat Dayak. Kegiatan penyuluhan itu bekerjasama dengan Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng.
“Kami ingin karyawan BGA Group memahami dan dapat menempatkan diri dalam kehidupan bermasyarakat yang sangat menghormati kearifan lokal. Seperti pepatah dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung,” kata Head Corporate Affair BGA Kalteng, Iwan Kusnandar, Sabtu (12/9/2020) dalam siaran persnya.
Penyuluhan secara online itu serentak dilaksanakan di seluruh anak perusahaan BGA yang ada di Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kotawaringin Barat.

“Penyuluhan diadakan secara online kepada seluruh karyawan atau staf BGA dengan narasumber dari pihak DAD. Diikuti juga oleh manajemen dan staf yang berada di Kantor Jakarta,” jelasnya.
Penyuluhan tentang kearifan atau masyarakat adat itu dilaksanakan di dua wilayah di operasional BGA Kalteng. Pertama di Kecamatan Antang Kalang dan Kecamatan Telaga Antang. Kedua, dilaksanakan di Kecamatan Cempaga Hulu, Kab. Kotawaringin Timur, Kalteng. Kegiatan penyuluhan ini juga melibatkan pemerintah daerah seperti kecamatan.
Acara sosialisasi budaya dan adat Dayak ini dibuka secara resmi oleh Priyanto PS selaku Direktur CA & Partership BGA Group. Dalam sambutannya, Priyanto menyampaikan bahwa BGA Group mempunyai kebun plasma terbesar di Kalteng dan Kalbar. Kebun plasma itu diharapkan menjadi sumbangsih perusahaan dalam membangun bangsa dan Negara, khususnya kepada masyarakat lokal sekitar kebun.
“Dalam perkembangannya, masalah dalam pembangunan kebun plasma sangat dinamis. Diharapkan DAD Kalteng dapat memberikan gambaran dan bimbingan kepada karyawan BGA. Sehingga bisa antisipasi dan meredam apabila terjadi konflik sosial,” ujar Priyanto.
Sementara dalam kegiatan tersebut dari DAD Kalteng dan Kotim memberikan materi antara lain tentang struktur dan tugas peranan DAD. Selain itu tentang filosofi Huma Betang, konsep keharmonisan hingga penyelesaian sengketa perkebunan.







