EconomicReview-PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) lagi-lagi menorehkan prestasi dengan memperoleh penghargaan bergengsi Indonesia Enterprises Risk Management-IV‐2021 (IERMA‐IV‐2021) yang selenggarakan oleh Media Economic Review, dengan predikat 2st The Best Indonesia Enterprise Risk Management-IV-2021, Kategori: Bank Company-BUKU 3-Asset> Rp150T. Bank BTN dinilai telah mampu melakukan pemutakhiran kebijakan dan sistem manejemen risiko.
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Tahun 2020 menjadi tahun yang penuh tantangan dan dilalui penuh perjuangan yang memaksa kita melakukan adaptasi terhadap “The New Normal”. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. bertekad memperkuat inovasi/integritas membangun bisnis yang berkualitas dengan mencanangkan fokus dan inisiatif strategi yang menjadi acuan dalam memulihkan dan memacu bisnis Perseroan ke depan. Bagi Perseroan, pandemi COVID-19 menjadi motivasi untuk memacu kinerjanya dalam memperbaiki dan meningkatkan business processsserta mengembangkan sejumlah strategi.
Dalam menghadapi kondisi perekonomian dan industri tersebut, Direksi telah menetapkan strategi utama Bank yang difokuskan untuk meningkatkan kualitas bisnis dengan tiga prioritas utama yaitu meningkatkan profitabilitas, perbaikan proses dan kualitas kredit dan pembenahan infrastruktur teknologi informasi (TI) dan sumber daya manusia (SDM). Fokus strategi bisnis Perseroan terdiri atas Strategi Pendanaan, Strategi Perkreditan dan Strategi Fee Based Income.

Kinerja keuangan BTN mencatatkan pencapaian positif, dengan aset tahun 2020 sebesar Rp361,21 triliun, meningkat 15,85% dibandingkan dengan tahun 2019 yang sebesar Rp311,78 triliun. Selain itu, laba operasional juga mengalami peningkatan. Laba operasional tahun 2020 sebesar Rp2,33 triliun, meningkat 346,61% dibandingkan dengan tahun 2019 yang sebesar Rp0,52 triliun.
BTN dalam dalam menjalankan usahanya senantiasa meningkatkan kualitas pengelolaan risiko dan melakukan review secara berkala guna memastikan efektivitas dan kecukupan Fungsi Manajemen Risiko dan prinsip kehati-hatian sebagai wujud kepatuhan atas peraturan yang berlaku guna mendukung strategi pertumbuhan kinerja.
BTN memilki Komite Manajemen Risiko, yakni merupakan Komite yang memiliki peran dalam memberikan rekomendasi kepada Direktur Utama terkait risiko yang melekat pada kebijakan yang akan ditetapkan Direksi maupun memberikan evaluasi terhadap ketentuan-ketentuan yang dinilai kurang sesuai dengan perkembangan terkini dan perlu dilakukan penyesuaian. Komite Manajemen Risiko terlibat secara aktif dalam melakukan penilaian risiko yang melekat pada setiap produk dan/atau jasa/aktivitas baru sehingga Perseroan dapat melakukan langkah-langkah mitigasi yang diperlukan dan juga melakukan evaluasi terhadap Pedoman Kebijakan Manajemen Risiko (PKMR). Selama tahun 2020, Komite Manajemen Risiko telah melaksanakan 5 (lima) kali rapat dan telah menjalankan tugasnya dengan baik.








