Economic Review
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT
No Result
View All Result

Subscribe Newsletter

Economic Review
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT
No Result
View All Result
Economic Review
No Result
View All Result

Grand Strategy Pertamina Gerakan Perekonomian Nasional

by Yusniar
December 24, 2020
in BERITA TERKINI, EKONOMI & BISNIS, KEBIJAKAN, KORPORASI
320 20
0
Grand Strategy Pertamina Gerakan Perekonomian Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

EconomicReview – PT Pertamina (Persero) terus meningkatkan perannya dalam menggerakkan perekonomian nasional. Caranya dengan mengembangkan strategi untuk memenuhi energi nasional secara berkelanjutan dalam rangka mengurangi impor minyak dan gas.

Demikian pemaparan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dalam keterangan pers berkaitan dengan acara Forum Outlook Perekonomian Indonesia bertajuk “Meraih Peluang Pemulihan Ekonomi 2021” yang berlangsung di Jakarta, Selasa (22/12).

Nicke menjelaskan, ada grand strategy energi nasional yang siap dijalankan oleh Pertamina. Strategi ini merupakan bagian dari rencana pemerintah untuk mewujudkan ketahanan energi nasional sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah No. 79 Tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional.

“Saat ini posisi Indonesia masih berada di skor 6.57 atau status Tahan. Ini menjadi tantangan kita untuk menaikan posisi tersebut menjadi Sangat Tahan. Kondisi ini yang mendasari pemerintah untuk menyusun grand strategy energi nasional,” ujarnya.

Secara detil, tantangan tersebut meliputi bagaimana meningkatkan produksi migas, menurunkan impor baik minyak maupun LPG, serta membangun infrastruktur baik untuk migas maupun electricity. Dari ketiga hal tersebut, Pemerintah menyusun 11 program yang sebagian besar bertujuan menurunkan impor dengan memaksimalkan pengelolaan kekayaan SDA Indonesia.

Pertamina mendapat tanggung jawab menjalankan program tersebut dengan berupaya meningkatkan produksi crude 1 juta bopd dan mengakuisisi lapangan minyak luar negeri untuk kebutuhan kilang. Amanah ini harus dijalankan. Saat ini kontribusi Pertamina sebesar 40%. Tahun depan akan mencapai 60%, sehingga akan sangat dominan.

“Dengan peran sebagai BUMN untuk mendorong pertumbuhan energi nasional, maka investasi Pertamina ke depan tentu akan disesuaikan dengan grand strategy energi dari pemerintah. Kalau kita bicara tentang hulu energi, 60% investasi akan dilakukan di hulu energi,” jelas Nicke.

Di sisi lain, Nicke menjelaskan, Pertamina juga akan meningkatkan kapasitas kilang. Tujuannya untuk optimalisasi produk BBM serta memperbaiki kualitas BBM dan Naptha. Untuk mengantisipasi penurunan demand terhadap BBM, Pertamina mengintegrasikan kilang petrochemical mengingat saat ini Petrochemical masih impor 70%.

Berkaitan dengan transisi energi, Pertamina akan mempercepat pemanfaatan pembangkit EBT (dominasi PLTS) dan meningkatkan produksi BBN (biodiesel atau biohidrokarbon). Transformasi energi difokuskan pada new and renewable energi. Sesuai arahan Pemerintah, Biodiesel merupakan salah satu yang akan terus dikembangkan sehingga Pertamina akan mengoptimalkan sawit yang berlimpah di Indonesia.

“Selain harus melakukan eksplorasi dari sisi migas, kita juga akan meningkatkan kontribusi dari bioenergy. Setelah Biodiesel (B30), tahun depan akan masuk ke B40. Pertamina juga akan masuk ke Biogasoline yang kebutuhannya cukup tinggi,” tegasnya.

Dari sisi gas, lanjut Nicke, Pertamina juga akan mengembangkan gasifikasi dari energi batu bara yang melimpah menjadi DME sehingga dapat mengonversi LPG. Selain itu, Pertamina terus membangun dan menambah jaringan gas rumah tangga hingga mencapai 3 juta pelanggan. Harapannya, masyarakat punya pilihan LPG, DME, Jargas, atau kompor listrik. Strategi ini diharapkan akan membuat perekonomian lebih bergerak.

Secara umum, Pertamina akan masuk ke pengembangan bisnis dan produk-produk baru untuk mengurangi adanya kesenjangan tersebut sehingga bisa menurunkan impor migas. Pertamina juga menjalankan program mandatory terkait BBM subsidi seperti “BBM Satu Harga” di 243 titik wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar). Sedangkan untuk pemerataan akses produk non subsidi, Pertamina telah menyiapkan Pertashop di 2.192 titik.

Program mini outlet ini melibatkan UMKM bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Koperasi dan UMKM serta Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

“Kita harapkan hal ini menjadi penggerak perekonomian daerah. Satu komitmen kami, meskipun dalam kondisi pandemi, semua aktivitas usaha, semua aset Pertamina tetap dioperasikan. Karena yang masuk dalam ekosistem Pertamina ini ada 1,2 juta tenaga kerja sehingga sangat besar. Karena itu motor penggerak ini tidak boleh terhenti. Ada misi perusahaan untuk menjaga motor tetap bergerak agar tetap menyerap tenaga kerja dan tetap mendorong industri nasional untuk bergerak,” pungkas Nicke.

Previous Post

OVO Edukasi Para Ibu Lebih Merek Literasi Keuangan

Next Post

Berkat Budaya Inovasi Maybank Indonesia Raih Penghargaan IOEA 2020

Related Posts

Sebagai Penggerak Ekonomi Pesisir, Nelayan Butuh Dukungan Asuransi
KEBIJAKAN

Sebagai Penggerak Ekonomi Pesisir, Nelayan Butuh Dukungan Asuransi

May 5, 2026
SIARAN PERS KONGRES WANITA INDONESIA (KOWANI)
BERITA TERKINI

SIARAN PERS KONGRES WANITA INDONESIA (KOWANI)

May 2, 2026
Qanitha Himazova Designing Without Limits: Ketika Kreativitas dan Perupa Jadi Bahasa Inklusi anak Gen Z
BERITA TERKINI

Qanitha Himazova Designing Without Limits: Ketika Kreativitas dan Perupa Jadi Bahasa Inklusi anak Gen Z

May 2, 2026
Peresmian PEWIBI oleh Menteri Kebudayaan RI – Fadli Zon
BERITA TERKINI

Peresmian PEWIBI oleh Menteri Kebudayaan RI – Fadli Zon

April 30, 2026
Resmi Digelar ARCH:ID 2026 Siap Perkuat Industri Arsitektur
Uncategorized

Resmi Digelar ARCH:ID 2026 Siap Perkuat Industri Arsitektur

April 23, 2026
Komunikasi Dua Arah Sukses antarkan Kaltimtara Raih Platinum Award ICCA 2026 dari Econimic Review
BERITA TERKINI

ICCA 2026 : Helatan Economic Review, IMFI Raih Platinum Award

April 16, 2026
Next Post

Berkat Budaya Inovasi Maybank Indonesia Raih Penghargaan IOEA 2020

Recent Posts

  • Sebagai Penggerak Ekonomi Pesisir, Nelayan Butuh Dukungan Asuransi
  • SIARAN PERS KONGRES WANITA INDONESIA (KOWANI)
  • Qanitha Himazova Designing Without Limits: Ketika Kreativitas dan Perupa Jadi Bahasa Inklusi anak Gen Z
  • Peresmian PEWIBI oleh Menteri Kebudayaan RI – Fadli Zon
  • Resmi Digelar ARCH:ID 2026 Siap Perkuat Industri Arsitektur
  • Pemerintah Targetkan Akhir Agustus Capai Herd Immunity Setelah 80 Persen Warga Jakarta Tervaksin
  • Inggris Kembalikan 120 Manuskrip Kuno Bentuk Digital, Trah HB II Protes
  • Brother Luncurkan Printer Laser dengan Toner Original Terhemat Rp. 190 Ribu
  • HC Jadi Kunci Kesuksesan BNI Meraih 3 Penghargaan Human Capital Award 2024

TENTANG KAMI

REDAKSI

BERIKLAN

KONTAK KAMI

© 2020 Economic Review - Powered by Webcorner.id

No Result
View All Result
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT

© 2020 Economic Business Review - Powered by Webcorner.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
sponsored