EconomicReview-PT ADHI Karya Tbk, kembali menorehkan penghargaan dengan meraih The Big 7 Public Company for Building & Construction dalam Indonesia Finance Award III 2020 (IFA-III-2020)
Pendapatan PT Adhi Karya Tbk (ADHI) pada periode 2019 tercatat Rp 15,31 triliun.Sementara itu beban usaha mengalami kenaikan dari Rp 707,67 miliar menjadi Rp 894,07 miliar. Laba usaha ADHI pada tahun 2019 tercatat sebesar Rp 1,44 triliun. Sepanjang 2019, emiten pelat merah ini tercatat memiliki arus kas neto dari aktivitas operasi sebesar Rp 496,19 miliar, turun 45,03% dari arus kas operasi di 2018 yang tercatat Rp 853,59 miliar. Meski turun, ADHI memiliki kas dari aktivitas pendanaan Rp 1,01 triliun. Sehingga kas dan setara kas pada akhir tahun 2019 tercatat sebesar Rp 3,25 triliun. Sementara itu, aset Adhi Karya tercatat sebesar Rp 36,51 triliun. Terdiri dari aset lancar Rp 30,31 triliun dan aset tidak lancar Rp 6,2 triliun.

Saat ini, ADHI memfokuskan usahanya pada lima lini bisnis yang bergerak dalam bidang jasa konstruksi, energi, properti, industri, dan investasi. Portofolio proyek infrastruktur yang dikerjakan antara lain mencakup jalan, jembatan, saluran irigasi, pembangkit listrik, dan pelabuhan. Sementara proyek-proyek konstruksi bangunan meliputi gedung bertingkat tinggi, mixed-used complex, hotel, rumah sakit,dan lain-lain.
Dalam menyikapi semakin ketatnya persaingan industri konstruksi, Perseroan meredefinisi visinya yaitu Menjadi Perusahaan Konstruksi Terkemuka di Asia Tenggara. Perseroan juga meluncurkan tagline “Beyond Construction”, yang maknanya menegaskan motivasi Perseroan untuk merambah ke bidang usaha lain yang masih terkait dengan bisnis inti Perseroan.








