EconomicReview-Majalah Economic Review berkerjasama dengan Indonesia-Asia Institute, Indonesia Leaders Foundation, Ideku Group beserta Ketua dan Anggota Dewan Juri yang berkompenten dibidangnya kembali menggelar Penghargaan “INDONESIA FINANCE AWARD -V-2022.
Even yang dikemas dalam Finance Zoominar & Award-V-2022 (IFA-V-2022)”, dilaksanakan pada Jum’at, 21 Oktober 2022, melalui penyelenggaraan online dengan mengangkat tema “Building sustainable Capacity to Prepare for the next Turbulance”.
Sebagai informasi, setelah sukses sejak 2018 Indonesia Finance Award-I-2018 hingga 2021, tibalah di tahun 2022 kembali dilaksanakan Indonesia Finance Zoominar & Award-V-2022 (IFA-V-2022). Indonesia Finance Award-V-2022 (IFA-V-2022) adalah merupakan Apresiasi Penghargaan Finance yang diberikan kepada Perusahaan yang terbaik di Indonesia (di antara beberapa sektor Industri) baik dari Perusahaan Publik, Private, Swasta, BUMN, BUMD.

Melalui Penghargaan ini, diharapkan perusahaan terpacu meningkatkan prestasi dan peran pentingnya Finance, Value Creation di Perusahaan Pemerintah, Swasta, BUMN,BUMD di Indonesia.
Kali ini IFA-V-2022 menetapkan 30 Perusahaan keuangan peraih penghargaan yang dinilai baik dalam pertumbuhan perusahaan di tengah ketidakpastian perekonomian nasional bahkan dunia, diantaranya . Bank Ganesha, Bank Jateng, Bank CIMB Niaga, Bank Jatim, Bank DKI, Bank Nagari, Bank NTB dan Bank BPD Bali.
Hadir dalam acara Hj. Irlisa Rachmadiana,MM Pendiri Economic Review, Indonesia-Asia Institute, Indonesia Leaders Foundation, Prof.Ir. Roy Sembel, MBA,PhD,CSA Ketua Dewan Juri-IFA-IV-2020 sekaligus Guru Besar Keuangan & Investasi,IPMI International Business School, Destry Damayanti sebagai Keynote Speech Deputi Gubernur Senior BI, DR.A.Dewantoro Marsono,MBA – Dewan Juri Finance dari Perbanas Institute, Ardo R Dwitanto, SE,MSM, CFP® – Dewan Juri Finance sekaligus Head of Investment Gallery/Faculty- IPMI International Business School yang juga hadir sebagai Moderator acara IFA-V-2022.
Irlisa Rachmadiana mengatakan pemulihan ekonomi di negara Indonesia tentu tidak lepas dengan adanya strategi pertumbuhan ekonomi dan juga pembangunan berkelanjutan. Berbicara mengenai hal tersebut, tentu akan tertuju pada upaya pembentukan modal serta bagaimana menanamkannya secara seimbang, menyebar, terarah dan terpusat.

Terlebih lagi lanjutnya, perusahaan harus bersiap menghadapi tantangan global lain, seperti ancaman perubahan iklim, peningkatan dinamika geopolitik, serta pemulihan ekonomi global yang tidak merata.
“Karena itu, untuk keberlanjutan perusahaan harus antisipatif, responsif, dan fleksibel dalam merespons ketidakpastian, namun tetap mencerminkan optimisme dan kehati-hatian. Demikian halnya dengan perusahaan peraih penghargaan IFA-V-2022 yang hari saat ini terbukti mampu bertahan ditengan goncangan ekonomi yang terjadi saat ini. Tak lupa saya ucapkan terima kasih untuk seluruh dukungan para juri, yang telah menjalankan penilaian selama tiga bulan. Dan para peraih penghargaan semoga semakin mencatak kinerja lebih baik lagi dari saat ini ditahun berikutnya,” ujar Irlisa.
Dalam kesempatan yang sama Prof.Ir. Roy Sembel, MBA,PhD, CSA Ketua Dewan Juri-IFA-V-2020, turut mengucapkan selamat dan sukses para peraih penghargaan IFA-V-2022. “Harapannya perusahan-perusahaan terpilih ini akan semakin meningkatkan prestasi dan kinerjanya dari tahun ketahun. Demikian hal ini juga saya harapkan dalam pihak penyelenggaranya Economic Review semoga acara ini bisa berlangsung dengan lancar dan bermanfaat banyak untuk kita yang hadir di zoom ini baik secara langsung maupun tidak langsung”.

Destry Damayanti sebagai Keynote Speech Deputi Gubernur Senior BI, memaparkan penyelenggaraan even penghargaan IFA-V-2022 memberikan makna penting bagi untuk saling berbagi dan bertukar pikiran. Dimana menurut dia masa pandemi telah membuat banyak perusahaanmenghadapi tekanan dan kita telah mempu menghadapi tekanan tersebut dengan inovasi dan sinergi.
“Karena dengan sinergi maka pertumbuhan ekonomi kita akan berada di jalur positif sesuai dengan target pemerintah indonesia. Kita tahu keterpurukan ekonomi masih terus berlanjut, kita menuju ke fenomena FUCA yang saat ini episentrumnya berasal dari negara maju. Hal ini turut direspon oleh beberapa bank central dinegara maju dengan meningkatkan suku bunga dan diperparah dengan proteksionalisme, sedikitnya ada 28 negara yang mengajukan bantuan ke IMF. Dimana terkait hal ini kita masih harus berbangga bahea pertumbuhan ekonomi Indonesia masih tumbuh hingga 5%. Meskipun demikian pertumbuhan Indonesia hal ini harus disikapi dengan positif. Ditengah perekonomian yang tidak menentu kita narus optimis namun tetap waspada,” ujarnya
Destry Damayanti mengatakan melalui penghargaan yang diberikan oleh Economic Review maka diketahui bahwa perusahaan penerima penghargan terbukti memiliki daya tahan dalam menghadapi turbulance perekonomian yang terjadi.
“Sekali lagi saya juga mengundang pelaku ekonomi khususnya disektor keuangan untuk bisa terus berinovasi dan berperan aktif dalam memberikan masukan kepada kami untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional”, ungkapnya.

Even bergengsi ini dihadiri oleh lebih dari 200 orang peserta yang merupakan Komisaris, Direktur Utama, Direktur Keuangan, Direksi beserta jajaran Manajemen perusahaan, baik dari institusi Pemerintah, Perusahaan TBK, BUMN, BUMD, Swasta.
Dalam penilaian, Para Dewan Juri IFA-V-2022, menilai berdasarkan Kinerja Keuangan Perusahaan Data Publik perusahaan yang diperoleh dari (a) Website (b) Annual Report 2021 (c) Info Publik.
Sebelumnya, Dewan Juri IFA-V-2022, telah menilai sekitar 1.000 Perusahaan Publik Tbk &Non Tbk. Kemudian tersaringlah berdasarkan penilaian dari Keuangan, SDM, Pemasaran, IT, Operasional, GCG per -Des’2021. Penilaian kemudian dikelompokkan ke dalam Kelompok Publik Tbk dan Non Publik yang terdiri 9 Sektor Industri, dan dikategorikan menjadi 46 Sub Sektor Industri serta Kepemilikan dan Assetnya.
Dalam paparannya DR. A. Dewantoro Marsono, MBA – Dewan Juri Finance mengatakan kebanggaan para juri memiliki kesempatan untuk menilai perusahan keuangan peraih penghargaan IFA-V-2022.
“Sejak beberapa tahun yang kami amati terkait perusahaan bapak ibu, memang begitu banyak dampak ekonomi yang dirasakan, tak dapat dipungkiri hal ini tentunya juga dirasakan oleh perusahaan bapak ibu. Dan kami melihat bagaimana perusahaan bapak ibu mampu terus bertahan ditengan keadaan yang menuju karam. Perusahaan akan dihadapkan pada situasi yang tidak jelas menjelang endemi ini, seperti kita ketahui di beberapa negara dunia juga berdampak besar”, ujarnya.

Meskipun demikian dilanjutkan DR. A. Dewantoro Marsono, MBA, ada secerca harapan perekonomian indonesia yang tumbuh 4 hingga 5 persen. Dewan juri melihat bank-bank Indonesia memang banyak yang mampu bertahan dalam dampak perekonomian yang tengah tak menentu saat ini.
“Hal ini antara lain dikarenakan strategic dan fundamental perusahaan ibu bapak telah dipersiapakan dengan baik. Lalu apa yang kami cermati dan amati untuk perusahaan adalah pentingnya 5 kategori berikut dalam perusahaan yakni, kemampuan mengoperasikan perusahaan, kemampuan mengelola asset, kemampuan untuk bertahan, kemampuan bersaing dan kemampuan mempertahankan reputasi perusahaan”, katanya.
Dikatakan DR. A. Dewantoro Marsono, MBA, proses Penjurian dilakukan secara obyektif, fair, oleh Dewan Juri Independen yang berkompeten di bidang Finance. Penilaian pada IFA-V-2022, dimana penilaian ditahun ini menekankan pada financial resilience perusahaan yang meliputi likuiditas, cash flow operation, kemampuan membayar hutang, dan kinerja saham.
“Dengan melakukan penilaian berdasarkan aspek-aspek tadi, kami menadapatkan bahwa perusahaan bapak ibu terbukti telah mampu mempersiapkan organisasi perusahaannya dalam menghadapi ketidakpastian ini dengan tangguh dan siap bertarung dimasa yang akan datang, selamat dan sukses menghadapi 2023,” tutup DR. A. Dewantoro Marsono, MBA.








